London (Antara-Reuters) - Keluarga, orang penting, petinggi dan pengagum memberikan penghormatan terakhir kepada Margaret Thatcher pada Rabu, dalam upacara pemakaman termegah bagi pemimpin Inggris untuk kurun setengah abad. Meskipun demikian, kerumunan orang di London juga mengingatkan akan pemerintahannya, yang memecah-belah. Mantan perdana menteri Inggris dari sayap kanan itu, yang dibaptis media Uni Soviet sebagai Wanita Besi, dilepas dengan penghormatan militer, diiringi lagu mars dan linangan airmata. Peti matinya diangkut kereta yang dihela kuda, kemudian diusung oleh tentara dan pelaut masuk ke Katedral St.Paul untuk disembahyangkan. Ratu Elizabeth II dan 11 perdana menteri dari berbagai negara menghadiri acara tersebut. Di luar katedral, ribuan pendukungnya memadati jalan-jalan yang dilewati iringan jenazah, beberapa orang melemparkan mawar biru ke jalan tersebut. Sementara itu penentangnya melantunkan "Ding dong the witch is dead" serta memunggungi peti jenazah saat iring-iringan berlalu, menunjukkan bahwa perdana menteri terlama Inggris untuk abad 20 itu masih membangkitkan kemarahan atas perubahan hebat yang ia bawa. Thatcher memenjarakan orang Inggris yang menolak kebijakan ekonomi pasar-bebas yang membuat kesal lawannya dari kelompok sayap kiri, juga atas serangan pada serikat pekerja dan privatisasi aset nasional. "Badai pertikaian pendapat terjadi di seputar Ny Thatcher, sebagai sosok yang menjadi lambang bahkan 'isme', tetapi hari ini, jasad dari Margaret Hilda Roberts yang asli, ada di sini dalam upacara pemakaman," kata Uskup London, Richard Chartres pada pelayat di dalam gereja. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026