Malang (Antara Jatim) - Sejumlah jalan protokol yang berdekatan dengan SMA/SMK di Kota Malang, Jawa Timur, ditutup sementara demi lancarnya pelaksanaan ujian nasional mata pelajaran "listening". "Listening ini kan butuh konsentrasi tinggi, sehingga apapun yang berpotensi menganggu konsentrasi siswa harus kita minimalkan, termasuk menutup jalur lalu lintas di Jalan Veteran," kata Kepala SMAN 8 Malang Ninik Kristiani di Malang, Selasa. Ia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menutup sementara Jalan Veteran hingga ujian listening selesai, sehingga peserta ujian tidak terganggu konsentrasinya. Beberapa sekolah di Jalan Veteran hingga Jalan Bandung yang menyelanggarakan ujian nasional (UN) SMA adalah SMAN 8, SMK Negeri 2 dan MAN 3, sehingga jalan tersebut ditutup sementara. UN hari kedua (Selasa, 15/4), mata pelajaran yang diujikan pada jam pertama untuk jurusan IPA adalah Fisika, jurusan IPS adalah ekonomi dan jurusan bahasa adalah bahasa asing. Sedangkan jam kedua adalah mata pelajaran Bahasa Inggris, termasuk listening. Lokasi SMA penyelenggara UN rata-rata berada di jalan protokol, seperti SMAN 1, 4 dan 3 yang berada di Jalan Tugu, SMAN 5 di Jalan Halmahera, SMAN 6 di Jalan Mayjen Sungkono, SMKN 3 di Jalan Surabaya, dan SMKN 1 di Jalan Janti. Sementara Koordinator Pengawas Independen dari Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Suyadi mengatakan, hingga saat ini pelaksanaan UN di Malang lancar, aman dan tertib, bahkan belum ada keluhan terkait hal-hal teknis dalam UN, seperti kekurangan lembar soal atau salah membagikan soal. "Alhamdulillah semua lancar, kami berharap hingga UN selesai (Kamis, 18/4) tidak ada sesuatu yang menghambat pelaksanaan UN di wilayah Malang raya," ujarnya. Hanya saja, UN pada hari pertama di Kabupaten Malang, 10 siswa izin karena sakit dan akan mengikuti UN susulan pada 22-25 April nanti. Selain itu juga ada 77 siswa yang menyatakan mundur karena masalah sosial, di antaranya karena ikut saudara ke luar Jawa dan sudah bekerja.(*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026