Surabaya (Antara Jatim) - PT Pos Indonesia kini mengembangkan program Pos Masuk Kampus melalui kerja sama dengan sejumlah universitas untuk memberikan pelayanan khusus dalam pengiriman dokumen, termasuk dengan ITS.
"Kami bisa mengirimkan dokumen-dokumen seperti nilai mahasiswa atau semacamnya. Itulah yang kita kerjasamakan dengan ITS," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, dalam kunjungan ke kampus ITS, Rabu.
Dalam kunjungan yang disambut Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA itu, Dirut PT
Pos Indonesia juga untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa jurusan Teknik Industri ITS tentang "Transformasi PT Pos Indonesia dalam Menghadapi Era Konektivitas Logistik Indonesia".
"Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang mulai mempertanyakan eksistensi PT Pos, karena transaksi pengiriman barang sudah banyak dilakukan secara online sehingga tidak membutuhkan peran PT Pos lagi," kata I Ketut Mardjana.
Tetapi, Mardjana meyakinkan bahwa perusahaannya akan terus berinovasi dalam meningkatkan kinerja pengiriman barang dan jasa di Indonesia. "Saat ini, kami sedang bertransformasi dari Postal Company menuju Network Company," kata Mardjana.
Ia menjelaskan transformasi menuju "Network Company" merupakan upaya PT Pos dalam menyediakan pelayanan yang lebih cepat dan berkualitas. Bila sebelumnya gerai-gerai pos terhubung secara fisik melalui kendaraan, maka mulai saat ini gerai–gerai pos akan terhubung secara online.
"Hampir semua akan terhubung secara online, kecuali yang berada jauh di pedalaman," katanya.
Program unggulan lainnya dari PT Pos adalah program e-commerce. Program e-commerce memungkinkan para pelaku ekonomi mikro di pedesaan untuk bisa memasarkan barangnya secara online.
Barang-barang tersebut akan dimasukan ke dalam katalog PT Pos dan dapat dilihat oleh semua orang.
"Proses ini pun tidak membutuhkan keahlian menggunakan komputer atau semacamnya, karena mereka akan dibantu oleh petugas gerai pos," katanya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.