Surabaya (Antara Jatim) - Pendaftaran Caleg Sementara (DCS) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, masih sepi peminat diperkirakan pendaftaran akan dilakukan parpol pada pertengahan masa pendaftaran. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Surabaya, Edward Dewaruci, Selasa, mengatakan hingga berakhirnya jam kerja KPU Surabaya pada hari pertama pendaftaran DCS, belum ada satu pun parpol yang mendaftarkan calegnya. "Pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya, parpol baru akan mendaftar saat pertengahan masa pendaftaran. Bahkan tidak jarang partai politik yang mendaftar disaat terakhir pendaftaran," katanya. Menurut dia, pada prinsipnya selama belum ada parpol mendaftar, KPU melaksanakan persiapan lain pemilu. "Jika ada yang datang maka akan dilayani," katanya. Kendati demikian, Edward mengingatkan sebaiknya pengurus parpol berkoordinasi dengan pihaknya mengenai persyaratan yang sudah disertakan calegnya. Sehingga saat hari terakhir penyerahan, berkas sudah benar-benar komplit. "Saat hari terakhir pendaftaran, 22 April, KPU hanya melayani sampai jam kerja, yaitu pukul 16.00 WIB. Lebih dari itu, KPU tidak bisa lagi menerima. Menghindari risiko, sebaiknya parpol mendaftar jauh hari sebelum masa terakhir," katanya. Belum adanya parpol memanfaatkan hari perdana pendaftaran, kata Edward, ditengarai di internal partai masih sibuk membahas nomor urut dan lainnya. "Yang tahu itu masing-masing partai, kenapa tidak mendaftar di hari pertama. Bisa jadi calegnya masih mengurus persyaratan, ada tarik ulur nomor urut, atau masih membahas soal uang, dan banyak kemungkinan,” katanya. Sementara untuk penyelenggaran Pemilu 2014, ia menjelaskan ada perbedaaan dalam sistem penyerahan daftar caleg. Jika sebelumnya daftar caleg peserta persyaratan lainya hanya diserahkan secara manual, maka untuk penyelenggaraan pemilihan legislator mendatang partai peserta pemilu juga diharuskan menyetor data ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang diterapka KPU pusat. "Silon digunakan untuk mengantisipasi terjadinya anggota calon legislatif (caleg) yang mendaftar ganda dalam pemilu. Kan bisa jadi ada caleg daftar di dua daerah sekaligus. Tapi dengan adanya Silon, hal itu pasti akan ketahuan," katanya. Selain sebagai alat sinkronisasi data, menurut dia teknologi yang baru diterapkan dalam penyelenggaraan pemilu itu, data caleg yang sudah masuk akan terkoneksi dengan seluruh KPU yang ada di Indonesia. Baik itu di tingkat Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota maupaun provinsi. "Rencananya hari ini (Selasa) kita akan sosialisasi. Diharapkan, pada tanggal 22 April proses pengentrian data melaui Silon ini sudah beres dilakukan seluruh partai politik di Surabaya," katanya. Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya Achmad Zakaria siap menyerahkan daftar nama bakal calegnya ke KPU untuk diverifikasi. "Semua pemberkasan sudah tuntas, dan tinggal penggandaan saja," katanya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026