Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau pelaksanaan pasar murah di lima titik di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menjaga harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar harga sembako tidak naik menjelang hari besar keagamaan.

“Arahan khusus Presiden, harga sembako jangan sampai naik menjelang Idul Adha,” kata Zulhas berdasarkan keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pemerintah menggelar pasar murah pada Senin (25/3) dengan melibatkan pemerintah daerah, DPR dan DPRD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait guna membantu menekan beban masyarakat.

Lima titik pasar murah yang ditinjau berada di KUD Sumber Makmur, Balai Desa Lemujut, MTs Progresif Bumi Shalawat, PAUD Bumi Damai, dan Balai Desa Ponokawan.

Di setiap titik, setidaknya sekitar 300 masyarakat hadir untuk membeli beras murah.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram (kg) dengan harga Rp50 ribu per kemasan.

Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp62.500 per kemasan 5 kg.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras di pasar berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kg.

Kisaran harga sejalan dengan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 26 Mei 2026 yang mencatat harga rata-rata beras kualitas medium I sebesar Rp15.800 per kg dan beras kualitas super I sebesar Rp17.150 per kg.

Selain meninjau pasar murah, Zulhas juga berdialog dengan warga dan petani untuk mengecek langsung kondisi pangan di Sidoarjo.

Kementerian mencatat Petani di kawasan menyampaikan harga gabah di wilayah tersebut berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp7.600 per kg atau lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kg.

Para petani menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk relatif terjaga, meski jaringan irigasi masih perlu diperbaiki.

Zulhas turut mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, warga yang anak-anaknya telah menerima manfaat MBG menyampaikan program tersebut dirasakan manfaatnya dan berharap terus berlanjut.

"Babinsa (Bintara Pembina Desa) di sejumlah lokasi melaporkan sebagian koperasi desa sudah selesai 100 persen, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan," ujarnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terus dipercepat agar pada Agustus 2026 dapat mencapai sekitar 20 ribu unit.

Melalui pasar murah, pemantauan pangan, MBG, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tersebut, pemerintah ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, petani memperoleh harga yang baik, serta program pemerintah dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.



Pewarta: Aria Ananda
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026