Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan pembinaan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pimpinan Yayasan Mitra Badan Gizi Nasional agar dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal sesuai SOP.  

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan pendirian SPPG merupakan wujud kolaborasi penting dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi anak MBG yang sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto.  

"Ini tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak harus sehat agar mampu mencapai cita-cita mereka. Layanan SPPG harus sesuai SOP Badan Gizi Nasional," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam kegiatan pembinaan SPPG di Aula PDAM Tirta Dharma Purbaya Kabupaten Madiun, Senin. 

Pihaknya bersama OPD dan instansi terkait terus mengawal pelaksanaan Program MBG melalui monitoring dan evaluasi secara intensif di masing-masing SPPG guna memastikan standar kebersihan, higiene sanitasi, kualitas gizi, serta keselamatan operasional dapur SPPG tetap terjaga. 

Pihaknya juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan komitmen serta menekankan untuk memakai produk lokal dalam Program MBG guna mendorong ekonomi daerah.

Sementara, Kepala Bapperida Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo mengatakan hingga Mei 2026 total SPPG aktif di Kabupaten Madiun mencapai 55 unit yang melayani sebanyak 142.638 orang penerima manfaat, mulai dari siswa, balita non-PAUD, hingga ibu hamil dan menyusui.

"Selain 55 unit SPPG, terdapat juga satu unit SPPG sedang persiapan, dan enam SPPG Aset Pemerintah Daerah dalam tahap pembangunan," kata Sodik.

Pihaknya menekankan pentingnya pengawalan bersama agar program MBG memberikan manfaat nyata. Pemkab Madiun juga akan terus melakukan pembinaan, evaluasi, dan penyesuaian teknis agar seluruh SPPG dapat memenuhi standar tertinggi, sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program tersebut bagi warga Kabupaten Madiun.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026