Gresik (Antara Jatim) - Sejumlah petani di Dusun Ngebret, Desa Morowudi, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terancam gagal panen akibat lahan pertaniannya terendam banjir dalam tiga hari terakhir.
Yahya (58), salah satu petani, Rabu mengaku padi miliknya sudah mulai menguning dan siap dipanen dalam pekan ini, namun terancam rusak akibat genangan air akibat banjir luapan Kali Lamong.
"Jika normal, sawah milik kami akan menghasilkan 7 hingga 8 ton padi, namun akibat rendaman air yang terjadi selama tiga hari terakhir, dikhawatirkan rusak dan gagal panen," katanya.
Ia mengatakan, total lahan yang terendam di Dusun Ngebret mencapai 25 hektar sawah, selain itu ditambah puluhan hektare lahan di 13 desa Kecamatan Cerme.
Warga lainnya, Umi Khulsum mengatakan banjir akibat luapan Kali Lamong sudah terjadi setiap tahun, meski demikian hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah daerah.
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andy Hendro Wijaya mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik untuk mengirimkan bantuan terhadap warga yang rumahnnya tergenang.
"Banjir akibat luapan Kali Lamong itu biasa terjadi bila hujan deras mengguyur tiga wilayah, yakni Gresik, Lamongan dan Mojokerto. Meski demikian, warga juga enggan dievakuasi karena sudah terbiasa," kata Andy ketika dikonfrimasi.
Andy mengaku, genangan banjir yang terjadi tahun ini tidak separah tahun lalu, sebab Pemkab Gresik sudah melakukan beberapa perbaikan dengan meninggikan jalan raya dan memasang sejumlah pompa penyedot banjir di daerah rawan banjir.
Sementara itu, menurut data BPBD Kabupaten Gresik, lahan pertanian yang terendam paling terparah adalah di kawasan Desa Padek, Dungus, Terong Bangi serta Morowudi. (*)
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.