Oleh Andi Firdaus
Bekas (Antara) - Para terduga teroris yang ditangkap anggota Densus 88 di Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, berkomunikasi melalui pesan antarkurir guna menghindari deteksi petugas.
"Para tersangka ini berkomunikasi tidak melalui teknologi telepon maupun email, tapi secara konvensional melalui pesan antarkurir," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman usai meninjau lokasi penggerebekan terduga teroris di RT 002 RW 003 Jalan Laimun, Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat.
Menurut dia, cara tersebut bertujuan untuk menghindari pelacakan petugas atas informasi yang diperoleh dari penangkapan rekan tersangka di sejumlah wilayah.
"Namun penangkapan tersangka kita lakukan berkat pengintaian petugas selama beberapa hari di lokasi kejadian," katanya.
Menurut dia, para tersangka itu diduga jaringan teroris internasional yang sudah tidak lagi memperoleh bantuan dana luar negeri.
Akibat keterbatasan dana, kata dia, para pelaku diduga melakukan sejumlah aksi perampokan guna membiayai aksi mereka. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026