Bantuan ini adalah bentuk kepedulian seluruh anggota Pramuka Jawa Timur melalui Bumbung Kemanusiaan
Surabaya (ANTARA) - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menyalurkan 725 setel seragam Pramuka bagi siswa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa, untuk mendukung pemulihan pendidikan dan membangkitkan semangat belajar peserta didik di tiga sekolah terdampak.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian seluruh anggota Pramuka Jawa Timur melalui Bumbung Kemanusiaan. Ini juga menjadi wujud nyata pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma, di mana Pramuka hadir dan berkontribusi dalam membangun masyarakat,” ujar Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Hubungan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Akhmad Jazuli dalam keterangan diterima di Surabaya.
Pada tahap kedua ini, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur mendistribusikan 725 setel seragam Pramuka kepada siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tamiang Hulu, SMPN 4 Tamiang Hulu, dan SMPN Kejuruan Muda yang terdampak banjir akhir 2025.
Penyaluran bantuan menjadi bagian dari agenda Visitasi Kepemimpinan Nasional 2026 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Menurut Jazuli, bantuan seragam dipilih karena menjadi kebutuhan mendesak siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir.
"Seragam diharapkan dapat membantu memulihkan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti kegiatan belajar," ungkapnya.
Ketua Brigade Penolong 13 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Amin Fauzi, berharap bantuan tersebut dapat mendukung keberlanjutan pendidikan para siswa terdampak bencana.
"Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik dalam melanjutkan pendidikan. Semoga mereka tetap semangat belajar dan meraih cita-cita meskipun pernah mengalami bencana," katanya.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil menegaskan aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian komitmen Pramuka untuk hadir membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.
"Pramuka tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga menghadirkan aksi nyata. Melalui Bumbung Kemanusiaan, kami menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Bantuan ini adalah simbol bahwa kita saling menguatkan sebagai satu bangsa," ujarnya.
Kepala SMPN 3 Kejuruan Muda Aceh Tamiang menyebut banjir pada November 2025 menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah, termasuk buku pelajaran dan perangkat pembelajaran.
“Saat banjir November 2025, hampir seluruh fasilitas sekolah terdampak. Buku pelajaran, perangkat pembelajaran, hingga sarana pendukung lainnya rusak. Namun kami berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan," tuturnya.
Kepala SMPN 1 Tamiang Hulu, Wagiri, mengapresiasi bantuan seragam Pramuka bagi peserta didiknya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan seragam Pramuka ini. Semoga bermanfaat bagi peserta didik kami," ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Tazkia Rodiana, anggota Pramuka SMPN 1 Tamiang Hulu, mengaku bersyukur mendapatkan seragam baru setelah seragam lamanya hanyut akibat banjir.
"Seragam saya hanyut saat banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Terima kasih kepada Kakak-kakak Pramuka Jawa Timur," ungkapnya.
Sebelumnya, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur telah menyalurkan bantuan tahap pertama berupa dana Rp201,5 juta melalui Kwarda Gerakan Pramuka Aceh sebagai respons darurat bencana.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026