Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sebanyak 20.007 pelanggan memanfaatkan promo tambah daya dengan diskon 50 persen dengan realisasi kenaikan delta daya mencapai 22.218.800 Volt Ampere (VA).

"Tingginya antusiasme pelanggan menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan listrik yang aman, andal, dan mencukupi," kata General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir di Surabaya, Selasa.

Ahmad menuturkan program promo tambah daya ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat baik untuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan usaha, maupun produktivitas harian.

Melalui program Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar, pelanggan tegangan rendah dapat menikmati diskon biaya tambah daya sebesar 50 persen secara mudah melalui aplikasi PLN Mobile.

Promo ini diperuntukkan bagi pelanggan tegangan rendah seluruh golongan tarif satu fasa dengan daya awal mulai dari 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA yang ingin melakukan tambah daya hingga batas maksimal 7.700 VA.

Dengan adanya potongan biaya tersebut, kata Ahmad, pelanggan dapat lebih leluasa menyesuaikan kapasitas listrik sesuai kebutuhan penggunaan peralatan elektronik maupun aktivitas usaha.

Ahmad menjelaskan listrik yang cukup dan andal memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan masyarakat serta produktivitas sektor usaha, termasuk pelaku UMKM di Jawa Timur.

“Dengan listrik yang aman dan memadai, aktivitas rumah tangga menjadi lebih nyaman, sementara pelaku usaha dapat bekerja lebih lancar dan produktif,” ujarnya.

Dengan berakhirnya program promo tambah daya ini, PLN UID Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah memanfaatkan kesempatan tersebut.

PLN berharap peningkatan daya listrik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam menunjang aktivitas sehari-hari maupun mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026