Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjalankan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) dengan menggelar beberapa kegiatan menghadirkan berbagai layanan langsung kepada masyarakat, Rabu.
Pada hari ini Bupati Ipuk mengantor di tiga desa di Kecamatan Purwoharjo, yakni Kradenan, Purwoharjo dan Glagahagung, serta menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat mulai dari kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan dimulai sejak pagi di Balai Desa Kradenan dengan sarasehan kesehatan mental diikuti sekitar 120 peserta menghadirkan psikiater dan layanan pemeriksaan gratis penyakit dalam bagi warga yang melibatkan dokter spesialis obgyn (SpOG) dan dokter spesialis jantung (SpJp).
"Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis ini, masyarakat yang butuh penanganan atau rujukan bisa langsung tertangani," kata Bupati Ipuk dalam keterangan.
Ia menjelaskan kegiatan ini digelar agar warga desa bisa mendapatkan layanan kesehatan spesialis tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota.
Dalam kesempatan itu, ia juga menjenguk seorang warga yang sakit karena kecelakaan kerja, yakni Mamat. Pria berusia 45 tahun tersebut mengalami lumpuh selama tiga tahun akibat terjatuh dari pohon.
Ia meminta direktur RSUD Genteng segera membawa Mamat ke rumah sakit untuk mendapat terapi, sedangkan kepala desa setempat juga diminta mendampingi selama perawatan karena istri Mamat harus bekerja, sedangkan anaknya masih kecil.
"Nanti di rumah sakit bapak mendapat terapi, agar perlahan bisa berjalan lagi. Untuk biaya bapak tenang saja, karena sudah ditanggung negara. Bapak harus semangat untuk bisa sehat lagi," katanya saat berbicara kepada warga itu.
Di Desa Purwoharji, Ipuk menyerahkan alat bantu, seperti kursi roda dan kruk kepada 25 penerima. Kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Karetan, termasuk penyerahan kursi roda kepada perempuan disabilitas.
Pada hari yang sama, Bupati Ipuk meninjau berbagai potensi ekonomi lokal, seperti budi daya ikan lele milik warga Desa Purwoharjo serta greenhouse melon hidroponik untuk mendorong penguatan ekonomi berbasis desa.
Pemkab Banyuwangi memberikan bantuan bibit manggis kepada pekerja dan petani dalam kunjungan ke lokasi "integrated farming" yang menggabungkan peternakan dan pertanian.
Program Bunga Desa juga menyasar sektor pendidikan. Di SDN 1 Purwoharjo, Bupati Ipuk meninjau pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) sekaligus memberikan berbagai edukasi, mulai dari wawasan kebangsaan bagi guru PAUD hingga kesehatan mental dan reproduksi untuk siswa.
Selain itu, sosialisasi mitigasi bencana oleh BPBD serta edukasi kebakaran kepada wali murid oleh petugas pemadam kebakaran.
Di Balai Desa Karetan, ia membuka layanan konsultasi bagi perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Setiap kegiatan program Bunga Desa, juga dihadirkan layanan publik terpadu dengan menghadirkan layanan langsung mulai administrasi kependudukan, pembayaran pajak, perizinan usaha, hingga konsultasi kesehatan gratis.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.