Surabaya (AntaraJatim) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari Ditjen Dikti Kemendikbud senilaiRp64 miliar untuk tahun 2013 atau meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya bernilai Rp39 miliar.
"Tahun lalu, kami tidak banyak memanfaatkan dana BOPTN itu, karena turunnya dana itu cukup mepet, sehingga kami hanya mampu memakai Rp8 miliar atau sekitar 20 persen," kata Wakil Rektor II Unair Dr H Moh Nasih SE MT.Ak kepada Antara di Surabaya, Kamis.
Namun, katanya, tahun ini relatif siap, meski dengan dana BOPTN yang lebih besar, karena program sudah tersusun. "Dana sebesar itu akan kami prioritaskan untuk penelitian dosen hingga 30 persen dan sekarang tinggal menyeleksi dari sejumlah proposal yang masuk," katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan dana itu untuk pemeliharaan sarana dan prasarana. "Selama ini, kami tidak memiliki dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, karena itu adanya BOPTN akan membuat kami memikirkan pemeliharaan," katanya.
Sementara itu, Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya juga mengarahkan mahasiswa untuk tidak berperilaku anakrhis dengan melatih mahasiswa tentang Penulisan Proposal Penelitian Kreatifitas Mahasiswa di kampus setempat pada 7-8 Maret.
"Dengan kesibukan mahasiswa dalam aktivitas akademik yang mendukung keilmuannya, maka tidak ada waktu bagi mahasiswa untuk berperilaku anarkhis atau stigma negatif lainnya untuk mahasiswa," kata Warek III Bidang Kemahasiswaan Ubhara, H Jauhari Hamid SH M.Hum.
Ketika membuka pelatihan penulisan proposal PKM itu, ia menjelaskan Ubhara ke depan akan membentuk karakter mahasiswa melalui pembiasaan meneliti, mengabdi kepada masyarakat maupun aktifitas wirausaha inovatif dan kreatif.
"Proposal mereka akan di 'upload' di alamat DP2M Dirjen Dikti Kemendikbud," katanya dalam pelatihan dengan narasumber Drs Heru Irianto M.Si (PKM Penelitian), Drs Haryono MSi (PKM Kewirausahaan), M Fadeli S.Sos MSi (PKM Pengabdian Kepada Masyarakat), dan Dra Susi Ratnawati MM (artikel ilmiah) itu. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.