Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyebut perkembangan pembangunan bangunan kantor ini yang dirusak massa usai kerusuhan  2025 mencapai 68 persen.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Rabu, mengemukakan proses pembangunan gedung perkantoran di Pemkab Kediri masih terus berjalan. Pengerjaan pembangunan gedung itu dilakukan secara maraton.

"Ini masih 68 persen jadi masih (progres) tersisa 32 persen," kata Bupati Kediri usai mengecek kantor Bupati/Wakil Bupati di dalam komplek kantor pemerintahan tersebut.

Ia juga sudah mengecek langsung perkembangan pembangunan gedung. Proses pembangunan gedung tersebut berjalan dengan cukup baik. Pekerjaan juga dilakukan dengan baik.

Secara struktur, gedung yang dibangun tidak banyak berubah. Bangunan tersebut juga dilengkapi sistem pengamanan yang memadai seperti pendeteksi api. Hal itu sebagai upaya antisipasi kejadian yang seperti sebelumnya, yakni bangunan rusak karena dibakar massa.

"Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam, kemarin yang belum ada itu sistem pemadamnya," ujar dia.

Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri ini sebelumnya memiliki dampak kerusakan yang cukup parah, sehingga proses perbaikan juga diperlukan kehati-hatian dan ketelitian.

Gedung itu rusak setelah aksi kerusuhan massa pada Agustus 2025. Berawal dari unjuk rasa massa yang berakhir anarkis. Dari awalnya aksi di Kota Kediri, kemudian bergeser ke Kabupaten Kediri.

Selain melakukan perusakan gedung, massa juga melakukan pembakaran gedung hingga penjarahan.

Proses pengerjaan gedung Bupati Kediri tersebut juga dilakukan secara bersamaan dengan pengerjaan gedung Setda Kabupaten Kediri, sehingga pengerjaan rehab tersebut bisa tepat waktu, biaya dan mutu.

Proses pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi gedung Pemkab Kediri tersebut dibiayai menggunakan APBN melalui Kementerian PU.

Bupati berharap gedung yang masih dalam proses pembangunan tersebut dapat menjadi perkantoran yang nyaman.

"Semoga nanti pada saat dimanfaatkan, segala sesuatu keputusan yang kami ambil di dalam kantor itu adalah keputusan yang diberi rida dan diberkahi oleh Allah SWT dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kediri," kata Bupati.

Bupati juga berharap kejadian yang tidak diinginkan tersebut tidak kembali terjadi.



Pewarta: Asmaul Chusna
Uploader : Taufik

COPYRIGHT © ANTARA 2026