Magetan (ANTARA) - Bupati Magetan, Jawa Timur, Nanik Endang Rusminiarti melepas ekspor sebanyak satu kontainer berbagai macam makanan olahan yang diproduksi enam UMKM wilayah setempat ke negara tujuan Maladewa, kawasan Asia Selatan.
Bupati Magetan Nanik merasa bangga karena keberhasilan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal Magetan mampu bersaing di pasar global. Ia menegaskan bahwa Pemkab Magetan terus memperkuat dukungan agar jumlah UMKM di wilayahnya yang masuk pasar ekspor terus meningkat.
"Ini capaian yang sangat membanggakan. UMKM dari Magetan kini bisa melakukan ekspor secara mandiri. Pemerintah Kabupaten Magetan akan terus memberikan motivasi dan dukungan supaya makin banyak pelaku usaha yang bisa mengikuti langkah ini," ujarnya saat kegiatan pelepasan yang dipusatkan di lokasi produksi Keripik Tempe dan Sambal Pecel H&G di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Kamis.
Menurutnya, enam UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut seluruhnya berasal dari Magetan. Mereka adalah UMKM Kentang Mustofa, H&G Tempe, Arrohman Kerupuk Sukun, Keripik Jamur Wisnu, dan Piscrunch.
Adapun makanan olahan produksinya yang diekspor di antaranya adalah keripik tempe, sambal pecel, kerupuk puli, keripik kentang, keripik sukun, banana chips, teri kacang kentang balado, dan keripik jamur.
Ia berharap jumlah tersebut akan terus bertambah melalui peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Kementerian Perdagangan, dalam hal ini melalui Export Center Surabaya yang terus mendampingi.
"Semua pelaku yang mengekspor kali ini adalah UMKM kita sendiri. Tentu kami berharap jumlahnya bertambah, sehingga semakin banyak yang bisa naik kelas," katanya.
Koordinator Tenaga Teknis Bidang Standardisasi Produk, Akses Pasar, Promosi, Pemasaran, dan Kurasi Produk Ekspor pada Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan, Jalian Setiarsa mengatakan pihaknya terus mengembangkan program pendampingan bagi UMKM yang sudah memiliki pengalaman ekspor.
"Kami terus mendorong perluasan pasar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Magetan. Program ini memang kami tujukan bagi UMKM yang sudah pernah melakukan ekspor," katanya.
Ia menambahkan Export Center Surabaya hampir setiap bulan membantu dan mendampingi UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menembus pasar internasional, dengan jumlah dan produk yang bervariasi.
Adapun produk yang berpeluang besar diekspor dan telah dilakukan pendampingan antara lain komoditas makanan olahan, minuman serbuk, kerajinan, batik, dan fesyen.
Pemilik makanan olahan keripik tempe dan sambal pecel H&G Ita Listiana mengaku bangga akhirnya produk dari Magetan dapat melakukan ekspor mandiri.
"Sebelumnya, selama ini ekspor produk biasanya harus digabung dengan daerah lain. Selama ini ekspor kami masih ikut daerah lain seperti Situbondo, Surabaya, atau Mojokerto. Momen ini seperti mimpi, karena Magetan akhirnya bisa melepas produknya sendiri," katanya.
Dalam pengiriman kali ini, keripik tempe dipasok dalam jumlah besar hingga memenuhi satu kontainer. Ita berharap pencapaian tersebut dapat memacu keberanian UMKM lain di Magetan untuk melangkah ke pasar internasional.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026