Malang Raya (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan Koperasi Desa Merah Putih menjadi pelaksana pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Trenggono ditemui seusai meninjau pembangunan KNMP Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan kementerian yang dia pimpin telah merencanakan pertemuan dengan Kementerian Koperasi dalam rangka membahas mekanisme pengelolaan tersebut.

"Kami koordinasikan dengan Kementerian Koperasi. Secara nasional (pengelolaan KNMP) dijalankan oleh Koperasi Desa Merah Putih," kata Trenggono.

Trenggono menjelaskan pembangunan kampung nelayan yang dilakukan oleh pemerintah merupakan sebuah upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan setiap nelayan.

Maka dari itu, dia menegaskan setiap Kepala Koperasi Merah Putih yang wilayahnya terdapat KNMP harus mampu memastikan pengelolaan berjalan dengan profesional.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun dipastikannya siap memberikan pendampingan mengenai tata kelola di Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kepala Koperasi Merah Putih.

"Tahun ini kami rencanakan ada 1.000 (KNMP) secara Nasional," ujar dia.

Kunjungan Menteri Trenggono ke Kabupaten Malang menjadi rangkaian peninjauan progres pembangunan KNMP di beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur.

Sebelum mendatangi KNMP Desa Pujiharjo di Malang, dia terlebih dahulu meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Ia juga telah merencanakan agenda serupa dilakukan ke daerah lain di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Minggu depan kami akan melihat yang ada di wilayah lain, salah satunya di Sulawesi," kata dia.

Peninjauan ini dikatakannya menjadi langkah memastikan proses pembangunan KNMP berjalan sesuai standar, berkualitas, dan layak dinikmati oleh setiap nelayan di Indonesia.

Kemudian, ketika ditemukan persoalan dalam hal pembangunan infrastruktur maupun kendala lain, pihaknya bisa langsung menentukan langkah penanganan.

"Sejauh ini perkembangannya (KNMP Desa Pujiharjo) masih banyak yang dikoreksi, salah satunya mengenai air bersih yang belum ada di beberapa titik. Jadi belum selesai 100 persen tapi sudah bisa digunakan produksi," tuturnya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026