Madiun (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Madiun mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat, menunda keberangkatan seiring situasi konflik di kawasan Timur Tengah yang tidak menentu.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah di Madiun, Jawa Timur, Selasa mengatakan situasi kawasan Timur Tengah harus disikapi serius oleh semua pihak, termasuk biro ataupun agen perjalanan umrah di Kota Madiun.

Untuk itu, imbauan sudah disampaikan kepada mereka agar untuk sementara waktu menunda keberangkatan.

"Kami sudah sampaikan ke biro-biro ataupun agen-agen untuk menunda dulu keberangkatan. Karena memang ini sesuai imbauan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta," ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui jumlah jamaah umrah yang sudah berangkat dan kini berada di Makkah maupun Madinah, sebab belum ada laporan dari biro atau agen umrah kepada Kemenhaj.

"Data itu seharusnya dilaporkan kepada kami. Jadi ini sebagai evaluasi ke depannya, agar biro travel manapun posisinya ber-KTP Kota Madiun itu, diharapkan melapor, termasuk jumlah hingga tanggal berangkat dan pulangnya," kata Datik.

Pihaknya meminta jamaah umrah yang sedang berada di Tanah Suci untuk tetap tenang.

Selain itu, mengikuti arahan dari petugas dan otoritas setempat dalam menyikapi situasi saat ini.

"Jamaah yang masih di Makkah ataupun di Madinah untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan dari pemerintah. Juga bagi keluarga jamaah untuk tetap tenang," kata dia.

Pimpinan Jabal Rahmah Nadia Insani, salah satu biro perjalanan umrah di Kota Madiun Jauhari Purboyo mengaku siap mengikuti arahan dari Kemenhaj.

Pihaknya juga turut memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.

Hanya saja, kata dia, saat ini telah ada sekitar 38 orang dari biro itu yang sedang umrah di Tanah Suci. Mereka berangkat pada 26 Februari sebelum imbauan tunda dari pemerintah keluar dan konflik Timur Tengah memanas.

Ia menyatakan saat ini jamaah telah menjalankan rangkaian ibadah umrah di Makkah dan akan menuju Madinah.

"Seluruh jamaah dalam kondisi baik, meski ada kekhawatiran terkait konflik Timur Tengah. Soal kepulangannya rencana tanggal 8 Maret. Apapun yang terjadi kami seluruh pengurus berserah diri. Semoga kepulangannya tetap sesuai rencana," kata Jauhari Purboyo.

Pihaknya terus memantau kondisi jamaah setiap waktu. Sesuai laporan petugas, jamaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah dan kondisinya baik.

"Kondisi fisik jamaah, alhamdulillah sehat semua. Kalau psikis mungkin sedikit ada pengaruh dengan kondisi Timur Tengah sekarang. Kita terus berdoa untuk kelancaran semua dan bisa pulang tepat waktu," katanya.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026