Pada dasarnya mereka ini adalah generasi muda yang memiliki idealisme dan nalar kritis yang sangat baik dan ini harus kita jaga.
Surabaya (ANTARA) - Ketua Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso mengajak generasi muda melihat politik sebagai ruang strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa, bukan sekadar ajang pesta demokrasi lima tahunan.
“Pada dasarnya mereka ini adalah generasi muda yang memiliki idealisme dan nalar kritis yang sangat baik dan ini harus kita jaga,” kata Cahyo saat menjadi pembicara dalam kegiatan Tadarus Politik Gen Z bertema “Speak Up or Stay Silent, Gen Z dalam Pusaran Politik Hari Ini” di Kantor DPD Gerindra Jawa Timur, Surabaya, Jumat.
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur itu memulai diskusi dengan memotret cara pandang mahasiswa dan anak muda terhadap politik praktis maupun kebijakan pemerintah.
Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi melalui kritik dan partisipasi aktif.
Ia menilai kontrol publik dari kalangan mahasiswa dan anak muda menjadi salah satu pilar agar arah pembangunan tetap selaras dengan cita-cita kemerdekaan.
Tanpa idealisme dan daya kritis generasi muda, kata dia, bangsa berisiko kehilangan orientasi dalam mewujudkan tujuan bernegara.
Cahyo menegaskan politik tidak berhenti pada momentum pemilu atau pergantian pemimpin. Politik, lanjut dia, merupakan ruang diskusi publik yang menentukan apakah kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Momentum seperti ini penting untuk melihat politik tidak hanya dari perspektif pesta demokrasi atau melahirkan calon pemimpin baru,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung komitmen Partai Gerindra dalam memberi ruang kepemimpinan kepada generasi muda.
Menurut dia, banyak kader muda yang dipercaya memimpin struktur partai di tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur atas mandat pimpinan pusat maupun daerah, termasuk Ketua Umum Prabowo Subianto dan Ketua Jatim Anwar Sadad.
Ia menilai regenerasi kepemimpinan menjadi kunci keberlanjutan organisasi politik sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Kepercayaan kepada anak muda, katanya, merupakan strategi membangun partai yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Menjawab pertanyaan peserta terkait kesiapan menerima kritik, Cahyo menyatakan partainya membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat.
Namun ia menekankan kritik harus disampaikan secara bijak dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
“Kami sangat siap membuka ruang diskusi, masukan, dan kritik seluas-luasnya, tetapi tetap harus berpijak pada nilai Pancasila, menjunjung etika, serta nilai kebangsaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar,” tuturnya.
Kegiatan Tadarus Politik Gen Z tersebut diikuti mahasiswa dan kalangan muda sebagai upaya mendorong partisipasi aktif generasi Z dalam dinamika politik dan penguatan demokrasi di Jawa Timur.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026