Jember - Sebanyak 162 warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, terserang demam berdarah dengue (DBD) dan seorang balita meninggal dunia selama Januari 2013. Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, Jumat, mengatakan jumlah penderita DBD selama 2012 sebanyak 260 orang dan kasus DBD mulai meningkat seiring dengan musim hujan yang mengguyur di Kabupaten Jember. "Biasanya pada kasus pasien DBD yang meninggal dunia karena pihak keluarga terlambat membawanya ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau rumah sakit, sehingga kondisinya parah dan nyawanya tidak terselamatkan," tuturnya. Menurut dia, daerah rawan DBD berada di kawasan perkotaan yang padat penduduk seperti Kecamatan Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates, namun tidak menutup kemungkinan 31 kecamatan di Jember juga berpotensi terserang DBD. "Kemungkinan kasus DBD akan terus bertambah karena curah hujan masih cukup tinggi di Jember, sehingga masyarakat harus mewaspadai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes agepty itu dengan menjaga kebersihan," paparnya. Ia mengimbau masyarakat melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan cara 3M yakni menutup, mengubur dan menimbun barang-barang yang tidak terpakai di sekitar lingkungan.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026