Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Sosial (Menaos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, untuk segera membuka Sekolah Rakyat (SR) di wilayah setempat pada 2026.
"Minimal tahun ini di Sidoarjo sudah mulai terlaksana Sekolah Rakyat Rintisan," kata Gus Ipul di hadapan awak media usai menghadiri sosialisasi terkait pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat.
Menurutnya, posisi Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Ibukota Provinsi Jatim, Surabaya, sangat krusial dalam memastikan warga yang terdaftar dalam desil 1 maupun desil 2 DTSEN di wilayah setempat untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
Ia menyebut bahwa upaya mendirikan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut, dapat dimulai melalui program Sekolah Rakyat Rintisan dengan memanfaatkan gedung aset pemerintah daerah setempat sebagai gedung fasilitas belajar mengajar.
Selain itu, Mensos menyatakan bahwa pemerintah tengah membangun 100 Sekolah Rakyat permanen di berbagai penjuru Indonesia pada 2026, dengan target tambahan 100 sekolah lagi pada 2027.
"Ke depan, saya berharap pembangunan SR permanen di Sidoarjo dapat masuk dalam kuota pembangunan 100 sekolah lainnya pada 2027," kata Gus Ipul.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan lahan seluas 9,5 hektar di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, untuk lokasi Sekolah Rakyat permanen.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sidoarjo dapat direalisasikan pada tahun 2027 sesuai arahan Mensos, demi mengakomodasi pendidikan bagi anak-anak di Sidoarjo yang keluarganya terdaftar dalam desil terbawah DTSEN.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026