Magetan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mencatat ada 50 peristiwa bencana alam yang terjadi di wilayah itu sepanjang Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo dalam keterangannya di Magetan, Rabu, mengatakan bencana alam di awal tahun 2026 tersebut diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi di Magetan, mulai bencana tanah longsor hingga angin kencang.

"Sesuai data, ada 50 peristiwa bencana alam di Magetan dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi selama tanggal 1-31 Januari 2026," ujarnya.

Sesuai data, dari 50 bencana yang terjadi, sebanyak 43 bencana merupakan kejadian cuaca ekstrem angin kencang, lima bencana tanah longsor, satu kejadian merupakan evakuasi pencarian dan pertolongan hewan, serta satu kejadian evakuasi pencarian dan pertolongan.

Dampak dari bencana tersebut, katanya, ada enam korban luka dan 35 pohon tumbang. Sedangkan dampak kerusakan, tercatat 13 rumah warga rusak, empat unit jalan rusak, dan sembilan unit sepeda motor rusak.

Adapun untuk sebaran kejadian wilayah, Kecamatan Magetan tercatat paling banyak terjadi bencana dengan jumlah mencapai 17 kejadian, Kecamatan Ngariboyo 10 kejadian, Plaosan tujuh kejadian.

Kemudian, Kecamatan Poncol, Kawedanan, Panekan, dan Karas tercatat masing-masing tiga kejadian, Sidorejo dua kejadian, serta Kecamatan Lembeyan dan Karangrejo masing-masing satu kejadian bencana.

Pihak BPBD mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan menyebabkan terjadinya bencana di Kabupaten Magetan.

Karena itu, BPBD Magetan meminta warga untuk waspada jika hujan deras dan angin kencang terjadi, utamanya di wilayah lereng Gunung Lawu.

Sementara, selama tahun 2025, secara total terdapat 238 kejadian bencana alam yang melanda Kabupaten Magetan, meliputi kejadian cuaca ekstrem angin kencang, tanah longsor, banjir luapan, kejadian evakuasi pencarian, dan pertolongan, serta kebakaran.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026