Magetan (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Magetan, Jawa Timur menyatakan fokus pada wilayah rawan kemacetan dan bencana selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 13–25 Maret 2026.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa dalam keterangannya di Magetan, Sabtu mengatakan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat di Magetan telah dipersiapkan secara matang dengan melibatkan 800 personel gabungan dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, serta instansi pendukung lainnya.
"Kami ingin memastikan pemudik mendapatkan kenyamanan selama perjalanan di wilayah Magetan. Seluruh personel sudah kami plot di titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas hingga macet maupun kerawanan bencana," ujarnya.
Seluruh personel tersebut ditempatkan di enam pos pengamanan, dua pos pelayanan, dan satu pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis jalur mudik dan balik di Magetan.
Selain penempatan personel, Kapolres juga mengimbau pemudik untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Ia menyebut sesuai rekomendasi BMKG bahwa sejumlah wilayah Jawa Timur sebagian telah memasuki peralihan musim hujan ke kemarau.
Kondisi tersebut tetap berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi meski intensitas hujan berkurang. Peralihan musim tetap mewaspadai potensi hujan lebat sesaat yang diikuti dengan angin kencang, hujan es, dan petir yang dapat menyebabkan bencana.
"Kami sudah siagakan tim SAR dan BPBD beserta peralatan lengkap untuk respons cepat jika diperlukan, utamanya di wilayah rawan," katanya.
Pihaknya menyoroti kawasan wisata Telaga Sarangan hingga Cemoro Sewu yang merupakan jalur alternatif penghubung Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah, yang dikenal memiliki jalur ekstrem. Ia memastikan pengamanan di titik tersebut diperkuat.
Polres Magetan juga menyiapkan tim "Drogban" yakni tim dorong ganjal ban untuk membantu kendaraan yang mengalami kesulitan tanjakan dan mencegah kecelakaan di jalur tersebut.
"Untuk jalur Sarangan-Cemoro Sewu, kami menempatkan pospam tambahan dengan menyiagakan mobil derek, ambulans, serta personel yang siap bergerak 24 jam. Ini untuk mengurangi risiko kecelakaan juga bencana," katanya.
Di sisi pelayanan, Polres Magetan juga menyediakan sejumlah rest area dan kantong parkir di sepanjang jalur wisata. Fasilitas itu diharapkan membantu pemudik yang membutuhkan waktu istirahat atau mengalami masalah kendaraan.
"Kalau merasa lelah, mengantuk, atau kendaraan bermasalah, silakan menuju pos pelayanan terdekat. Kami sudah siapkan bengkel gratis yang buka 24 jam untuk membantu para pemudik," kata Erik.
Dengan upaya-upaya tersebut, pihaknya bersama jajaran berharap agar momentum kegiatan mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah hukum Polres Magetan dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Pewarta: Louis Rika StevaniUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.