Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Bangunan lapak Pasar Krai, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tiba-tiba roboh dan menyebabkan tiga orang terluka hingga dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat pada Selasa.
"Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Insiden itu menjadi peringatan serius bahwa infrastruktur pasar yang tidak layak tidak boleh lagi digunakan," kata Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma saat menjenguk salah satu pedagang yang terluka di RSUD dr Haryoto Lumajang.
Menurutnya, hasil peninjauan di lokasi menunjukkan bahwa penyebab utama robohnya lapak adalah faktor bangunan tua yang sudah tidak layak digunakan, bukan karena cuaca atau kondisi alam.
"Saat kejadian tidak ada hujan dan tidak ada angin. Itu murni karena bangunan dasar lapak pedagang yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan, hal itu tidak boleh terulang," tuturnya.
Bangunan lapak yang roboh itu terbuat dari kayu tua dan bukan konstruksi permanen. Saat kejadian, para pedagang tengah menjajakan dagangannya di lapak berukuran sekitar 3x10 meter, tiba-tiba bangunan tersebut roboh dan menimpa tiga pedagang yang kemudian mengalami luka di bagian punggung dan leher.
Beruntung, peristiwa itu terjadi pada pagi hari ketika jumlah pengunjung pasar belum ramai, sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan pembeli, namun pemerintah daerah menilai insiden itu tidak boleh dianggap sepele.
"Kalau terjadi lebih siang, risikonya bisa jauh lebih besar. Itu harus menjadi momentum untuk memperbaiki seluruh sarana pasar yang sudah tidak layak," katanya.
Pemkab Lumajang memastikan akan mempercepat penataan dan perbaikan infrastruktur pasar rakyat, khususnya pada lapak-lapak non-permanen yang telah uzur.
"Langkah itu dipandang krusial untuk menjamin keselamatan pedagang dan pengunjung sekaligus memperkuat standar kelayakan bangunan di fasilitas publik.
Selain perbaikan fisik, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan dan audit kondisi bangunan pasar di wilayah lain untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.
"Kami tidak ingin menunggu sampai jatuh korban berikutnya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap sarana pasar di seluruh Lumajang," katanya.
Insiden Pasar Krai di Kecamatan Yosowilangun menjadi pengingat bahwa pasar rakyat bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi juga ruang publik yang harus memenuhi standar keselamatan.
"Ke depan, aspek keamanan dan kelayakan infrastruktur akan menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan penataan pasar," ujarnya.
Dengan percepatan evaluasi dan perbaikan, pemerintah berharap pasar rakyat di Lumajang dapat menjadi lingkungan yang aman, layak, dan manusiawi bagi seluruh penggunanya.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026