Surabaya - Tim putra Surabaya Samator bersikap hati-hati dan lebih selektif dalam mengontrak pemain asing untuk menghadapi Proliga 2013, kendati sudah ada beberapa pemain asing yang ditawarkan agen.
Manajer Tim Surabaya Samator Hadi Sampurno ketika dihubungi wartawan di Surabaya, Rabu, mengemukakan, pihaknya sedang mencari dua pemain asing untuk posisi "open spiker" dan "all round", guna melengkapi formasi pemain lokal.
"Sudah ada tawaran beberapa pemain asing kepada kami, seperti dari Brazil, Kanada, Thailand, China, dan Eropa. Tapi, kami belum memutuskan dan masih pelajari video rekaman penampilan mereka," katanya.
Menurut Hadi, pihaknya tidak ingin salah dalam mendatangkan pemain asing, seperti yang terjadi pada Proliga 2012.
Musim lalu, Samator mengontrak dua pemain asing, yakni Gayan Madushanka (Sri Lanka) dan Diego Smith (Brazil). Namun, penampilan keduanya tidak sesuai harapan dan gagal mendongkrak prestasi tim sehingga Samator tidak lolos empat besar.
Samator pernah memiliki pemain asing berkualitas asal Vietnam, Ngo Van Kieu, yang sukses mengantar tim tersebut menjuarai Proliga untuk ketiga kalinya pada musim 2009.
"Kami berharap satu bulan sebelum Proliga bergulir, sudah ada keputusan soal pemain asing," tambah Hadi Sampurno.
Mengenai posisi pelatih, Hadi Sampurno mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan pelatih kepala yang akan menangani Bagus Wahyu Ardiyanto dan kawan-kawan untuk Proliga 2013.
"Kandidat pelatihnya cuma dua, antara Li Quijang atau Ibarsyah Danu. Rencananya pekan depan posisi pelatih diputuskan," ujarnya.
Li Qiujiang yang pernah menangani Timnas Indonesia, berhasil membawa Samator menjuarai Proliga pada 2009. Sementara Ibarsyah Danu mengantarkan tim putra Jatim merebut medali emas pada PON 2012 di Riau.
Beberapa waktu lalu, Ibarsyah Danu dipercaya Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) untuk melatih Timnas Merah Putih putra proyeksi SEA Games 2013 di Myanmar. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.