Surabaya - Tim Patroli Air Terpadu (TPAT) Jawa Timur menilai Kali Tengah sepanjang tujuh kilometer yang melintas di wilayah Gresik susah dipantau karena lokasi yang sulit dijangkau, sehingga sangat diperlukan perhatian serius agar pencemaran dapat dikendalikan. "Untuk memantau Kali Tengah harus melalui jalur darat yang sulit dilalui. Sedangkan jika melewati jalur air, perahu tidak bisa melintas karena terlalu dangkal," ujar Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim Imam Rochani kepada wartawan di Surabaya, Minggu. Menurut dia, Kali Tengah dirasa sangat penting untuk mendapat perhatian karena semakin memprihatinkan. Sepanjang sungai tersebut dinilai menjadi lokasi pembuangan limbah cair sekitar 66 perusahaan. Sehingga, sungai yang bermuara di Kali Surabaya itu menimbulkan warna coklat pekat. "Jika terjadi beban pencemaran limbah di Kali Surabaya maka salah satu penyumbang tertinggi adalah Kali Tengah," tukasnya. Imam menjelaskan, dari 66 perusahaan yang dianggap membuang limbah cair ke Kali Tengah, hanya ada lima industri yang peduli terhadap kondisi Kali Tengah, yakni PT Surya Agung Kertas, PT Miwon, PT Multi Manao, PT Bumi Saka dan PT Pengasih Jaya. "Kelima industri yang berlokasi di wilayah Sumput Driyorejo Gresik bersama warga sekitar telah menyatakan komitmennya menjaga kelestarian Kali Tengah," kata Imam. Hal ini, lanjut dia, menjadi indikasi positif kepedulian perusahaan dan warga akan pentingnya pengendalian pencemaran dengan membersihkan serta menghijaukan bantaran Kali Tengah. Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Warga dan Perusahaan Zakaria mengungkapkan, warga dibantu lima perusahaan telah memulai pembersihan Kali Tengah sejak awal November 2012. "Setelah dibersihkan, bantaran sungai yang berada di wilayah Desa Sumput ditanami berbagai jenis tanaman, mulai pohon produktif hingga tanaman obat keluarga (toga)," ucapnya. Perwakilan Industri dari PT Surya Agung Kertas, Bambang Heri, menambahkan, untuk mengkoordinasi perusahaan, di Kali Surabaya memang tidak mudah. Setelah koordinasi beberapa kali, akhirnya kepedulian perusahaan menjadi prioritas. "Perusahaan jangan hanya mencari keuntungan saja, tapi juga menyisihkan sebagian keuntungan dari dana CSR untuk perbaikan kondisi lingkungan, khususnya di sekitar pabrik," katanya. Pembersihan eceng gondok serta sampah dan sedimentasi Kali Tengah dapat dibersihkan secara konsisten. Pihaknya menargetkan, bersih-bersih dan tanam pohon menjadi agenda rutin dan menghijaukan Kali Tengah.(*)


Editor : Masuki M. Astro

COPYRIGHT © ANTARA 2026