Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama sejumlah pemangku kepentingan di kota setempat menggelar Deklarasi Anak Surabaya Digital Aman dan penandatanganan Tri Darma Digital secara serentak guna melindungi generasi masa depan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Kamis mengatakan kegiatan kolaboratif ini melibatkan BNN, Densus 88, Kepolisian, Komnas Perlindungan Anak, Non Governmental Organization (NGO) dan berbagai pihak lain yang berfokus pada pengawasan ketat penggunaan konten digital oleh anak-anak.
"Kegiatan ini melibatkan seluruh pelajar SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) sebagai bentuk keseriusan Kota Pahlawan dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari ancaman dunia maya dan perundungan," katanya di sela kegiatan di SMPN 19 Surabaya.
Ia mengatakan, komitmen Pemkot Surabaya untuk melindungi anak-anak dari ancaman digital yang semakin serius, meliputi konten kekerasan, pornografi, hoaks, radikalisme, perjudian, dan perundungan daring (cyberbullying).
"Kami ingin memastikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk belajar, tetapi juga tempat yang benar-benar aman, terlindungi dari risiko-risiko tersebut," ujarnya.
Ia berpesan kunci agar pelajar fokus pada menjaga persatuan demi mencegah perundungan serta mengajak para pelajar untuk berani melawan tindakan perundungan.
Ia juga mengingatkan bahwa persatuan adalah kekuatan utama, dan tidak boleh ada seorang pun yang merasa jagoan di sekolah lantas bertindak menekan teman sebaya.
"Mulai hari ini, kalian semua harus bersatu. Tidak ada lagi yang boleh melakukan perundungan, jika kalian melihat perundungan, laporkan kepada guru BK, itulah esensi sejati persahabatan," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026