Gresik - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) area Jawa Timur merealisasikan program "Cyber City" di Kota Gresik sebagai upaya mendukung percepatan penetrasi pengguna internet di masyarakat.
General Manager Unit Consumer Service Telkom Regional V Jatim Joko Raharjo di Gresik, Kamis, mengatakan, program serupa sebelumnya sudah diawali dari Surabaya dan ditargetkan hingga akhir 2012 sudah menjangkau seluruh kabupaten/kota di Jatim.
"Cyber city merupakan salah satu upaya Telkom untuk mendukung program Indonesia Wifi yang dicanangkan pemerintah. Setelah Gresik, beberapa kota lain segera menyusul," katanya usai uji coba akses internet di rumah dinas Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.
Untuk tahap awal, lanjut Joko, pihaknya akan memasang perangkat akses internet tanpa kabel atau wifi di sejumlah titik lokasi, terutama tempat keramaian, seperti taman kota, restoran dan sekolah.
Sementara dalam jangka panjang, layanan akses internet ini juga bisa menjangkau seluruh wilayah kecamatan di Gresik, bahkan hingga tingkat RT-RW, seperti yang sudah dijalankan di Kota Surabaya.
Telkom juga akan membangun pusat pelatihan internet (BLC) untuk memberikan edukasi kepada berbagai lapisan masyarakat dan kalangan pendidik.
"Selain itu, Telkom juga sedang memperbarui (upgrade) jaringan telepon tetap dengan mengganti kabel tembaga menjadi fiber optik agar siap digunakan untuk broadband atau internet berkecepatan tinggi," kata Joko.
Menurut ia, hingga akhir tahun ditargetkan sekitar 30 persen dari total 4 jutaan pelanggan telpon tetap di wilayah Jatim sudah di-upgrade untuk layanan broadband.
"Investasi untuk program upgrade ini sangatmenjadi besar. Penggantian kabel tembaga serat optik untuk satu nomor telepon menghabiskan sekitar Rp150.000-Rp200.000," ujarnya.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berharap program cyber city ini bisa membuat masyarakatnya lebih maju dan tidak kalah dengan daerah lain dalam hal akses internet.
"Awalnya saya tidak terlalu berminat ketika Telkom menawarkan program ini, karena saya pikir investasinya mahal dan membebani masyarakat. Tapi, justru manfaatnya bagi masyarakat sangat besar, termasuk sektor pendidikan dan perekonomian," katanya.
Sambari meminta kepada Telkom untuk lebih menyosialisasikan program cyber city ini kepada masyarakat hingga ke seluruh desa dan RT-RW, sehingga tidak memunculkan pro dan kontra. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012