Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluncurkan Kereta Api Batik Sancaka jurusan Surabaya ke Yogyakarta di Stasiun Gubeng, Jumat pagi.
"Ini menjadi daya tarik masyarakat agar kembali berbondong-bondong menggunakan kereta api," katanya kepada wartawan di sela peluncuran KA Batik Sancaka.
Menurut dia, PT Kereta Api Indonesia memang harus terus melakukan inovasi agar mendapat kepercayaan masyarakat yang membutuhkan alat transportasi massal. Saat ini, lanjut dia, minat warga kembali naik kereta api sudah meningkat seiring dengan semakin padatnya lalu lintas jalan raya.
"Warga baru terasa saat macet dan benar-benar membutuhkan alat transportasi massal bebas hambatan. Tentu saja itu harus aman dan nyaman, seperti yang terus dikembangkan oleh PT Kereta Api Indonesia sekarang," ujar Tri Rismaharini.
Motif kereta api batik tersebut terdapat di dinding interior dan eksterior bagian kereta makan. Batiknya bermotif batik lasem asal Madura. Motif ini dipilih karena letak geografis daerah operasional 8 yang berada di Surabaya.
Motif batik sederhana namun cerah karena didominasi warna merah, kuning dan sebagian putih. Proses pengerjaan kereta batik dilakukan di Dipo Sidotopo dan mulai dioperasikan Jumat (27/7).
Wali Kota berharap perkeretaapian di Indonesia semakin maju dan berkembang pesat. Di samping itu, juga diperkaya dengan kreatifitas maupun inovasi yang membuat penumpang tertarik dan beralih menggunakan kereta api.
Dalam peluncuran KA tersebut, wali kota juga bertugas sebagai petugas pemberangkatan, lengkap dengan topi maupun peralatan yang biasa dilakukan petugas pemberangkatan kereta api.
Ia didampingi Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia Wimbo Hardjito, Kepala Daerah Operasi 8 Bambang Eko Martono, serta pejabat perkeretaapian lainnya.
Sementara itu, Wimbo Hardjito mengatakan bahwa kereta motif batik ini satu-satunya di Jawa Timur dan digunakan sebagai sarana pendukung angkutan Lebaran 2012.
"PT Kereta Api Indonesia sangat mendukung dan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan KA Daop 8. Ini sebuah terobosan dan sebagai bentuk edukasi terhadap masyarakat agar tetap mencintai batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus dipertahankan," tukas dia.
Tidak hanya KA Sancaka jurusan Surabaya-Jogjakarta saja, KA motif batik juga akan diluncurkan untuk KA Gajayana jurusan Malang-Gambir. Sesuai jadwal, peluncuran dilakukan di Stasiun Blitar pada Sabtu (28/7).
"Nanti rencananya semua kereta api di kereta makan akan diberi motif batik semua. Ini juga sebagai pengenalan terhadap masyarakat tentang batik. Kalau dulunya tidak tahu batik lasem seperti apa, ke depan masyarakat sudah mengerti," tutur Wimbo. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012