Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, berupaya melestarikan budaya Indonesia dengan menggelar pameran keris dan pusaka yang bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Madiun yang ke-444. Bupati Madiun Muhtarom seusai pembukaan pameran keris di Pendopo Muda Graha, Rabu, mengatakan pameran ini selain bertujuan untuk melestarikan karya budaya bangsa, juga bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar peduli terhadap budaya keris khususnya dan budaya Indonesia pada umumnya. "Selama ini kita cenderung kurang peduli dengan budaya sendiri, lalu baru merasa kebingungan jika budaya bangsa kita diakui oleh bangsa lain. Hal inilah yang ingin dicegah oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Karena itu, kami berupaya mengenalkan budaya keris sejak dini pada generasi muda sekaligus melestarikannya," ujarnya kepada wartawan. Menurut dia, sasaran utama pameran keris dan pusaka kali ini memang generasi muda. Yakni siswa dan siswi dari tingkat SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Madiun. Namun, pameran ini juga bisa dinikmati oleh masyarakat umum. "Bangsa Indonesia harus bangga memiliki warisan budaya berupa keris. Sama dengan batik, keris juga telah diakui oleh dunia sebagai budaya asli Indonesia," tuturnya. Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Madiun Mardi'i menambahkan, jumlah keris dan pusaka yang dipamerkan kali ini mencapai 444 buah. Keris dan pusaka yang dipamerkan tersebut merupakan koleksi dari paguyuban keris dari Madiun dan luar Madiun, seperti Jember, Banyuwangi, Yogyakarta, Solo, Magetan, dan Madura. "Khusus untuk koleksi Pemkab Madiun sendiri ada sekitar 50 keris dan pusaka. Koleksi tersebut berasal dari koleksi masing-masing 15 kecamatan yang ada dan sejumlah dinas serta sekretariat di Pemerintah Kabupaten Madiun," kata Mardi'i. Pada pameran kali ini Pemkab Madiun juga memamerkan "Keris Bimo Hamerto" yang merupakan keris khas Kabupaten Madiun. Selain dipamerkan, Pemkab Madiun bekerja sama dengan Paguyuban Keris Thundung Madiun, juga akan menyelenggarakan seminar guna mengupas Keris Bimo Hamerto. Adapun, Keris Bimo Hamerto merupakan keris Kabupaten Madiun yang dibuat oleh Empu RM. Hary Sumardianto. Bahan baku besi keris tersebut diambil dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Demikian juga air yang digunakan untuk menyepuh dalam proses pembuatannya diambil dari 17 sendang atau sumber air tua yang ada di wilayah setempat. Pengurus Paguyuban Keris Thundung Madiun, Agung Guntoro, mengatakan, selain melestarikan budaya bangsa, keris juga memberikan pengetahuan mengenai perjalanan dan perkembangan pemerintahan atau masyarakat dari masa ke masa. "Untuk memahami misteri keris diperlukan pemahaman yang cukup luas. Bahkan sangat mungkin harus paham pula tentang budaya Jawa, tempat dimana dunia keris dilahirkan," tukasnya.(*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012