Gresik - Ratusan penumpang di Terminal Bunder, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terlantar akibat sopir bus jurusan Semarang-Surabaya melakukan aksi mogok, setelah adanya perubahan trayek. Salah satu sopir bus, Saiful, Selasa mengatakan, perubahan trayek dari Semarang-Terminal Purabaya menjadi Semarang-Terminal Tambak Oso Wilangon merugikan sejumlah armada bus. Karena sejumlah armada bus akan mengalami kerugian, sebab Terminal Tambak Oso Wilangon sepi penumpang, sebab biasanya penumpang paling banyak berada di Terminal Purabaya, Surabaya. ''Kami tidak ingin adanya perubahan trayek, sebab trayek baru sepi penumpang. Padahal penumpang sudah biasa dengan trayek lama, yakni dari Semarang menuju Terminal Purabaya'' katanya. Saiful berharap, agar tidak terjadi perubahan trayek, karena bisa berimbas pada pemasukan para sopir, selain itu kapasitas Terminal Tambak Oso Wilangon tidak mencukupi. ''Perubahan trayek itu terjadi sejak tanggal 1 Mei pukul 00.00 WIB, maka hari ini kami menolak dengan tidak menjalankan armada bus,'' katanya. Menanggapi banyaknya penumpang yang terlantar, Kepala Satuan Lalu-lintas (Kasatlansat) Polres Gresik, AKP M Purbaya mengaku, telah mengerahkan sebanyak 2 mobil patroli guna mengangkut penumpang, khususnya yang mengarah Lamongan. ''Kita siagakan hingga aksi mogok ini selesai, sebab apabila tidak kita kerahkan mobil patroli polisi, maka penumpang akan terlantar hingga malam hari,'' katanya. Purbaya mengaku, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur, agar aksi mogok ini tidak terjadi kembali, sebab akan merugikan penumpang di wilayah Gresik.(*)

Pewarta:

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012