Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendesak kepada sembilan kepala daerah untuk segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Sudah saya ingatkan kepada bupati dan wali kota yang belum memiliki BPBD agar segera dibentuk. Sebab ini sangat penting untuk menanggulangi bencana di daerah setempat," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Surabaya, Minggu. Pihaknya tidak memberikan waktu sampai kapan batas dibentuknya BPBD. Namun, pejabat yang akrab disapa Gus Ipul tersebut meminta kepala daerah agar secepat mungkin merealisasikannya. "Segera lakukan komunikasi dan koordinasi agar segera ada BPBD, terutama di daerah yang rawan bencana," kata mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal tersebut. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, masih ada 29 daerah yang sudah memiliki BPBD. Sedangkan sisanya seperti Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tuban dan empat daerah di Jatim lainnya belum dibentuk. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, tertulis bahwa setiap daerah harus memiliki BPBD di wilayahnya masing-masing sebagai langkah menanggulangi bencana yang datang mengancam kapan saja. Kepala BPBD Jatim Sudarmawan mengaku pihaknya sebenarnya sudah menargetkan semua daerah memiliki BPBD pada 2011, namun belum berhasil. "Kami harapkan tahun 2012 semua tuntas dan semua daerah sudah memiliki BPBD," papar mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan tersebut. Untuk pendirian BPBD di masing-masing daerah, lanjut Sudarmawan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena hal itu tergantung keinginan dari pemerintah setempat. "Makanya kami hanya bisa mendorong. Yang jelas, sesuai amanat undang-undang sudah diatur dan diharuskan ada. Kami juga tidak bisa memberikan suntikan dana jika BPBD di daerah belum terbentuk," tukas pejabat yang pernah menjabat Staf Khusus Gubernur Jatim itu. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2012