Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) setempat untuk menarik investor menanamkan modalnya di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

"Progres THR-TRS kami koordinasikan agar masuk ke program Kadin sehingga mendatangkan investor," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di Surabaya, Sabtu.

Kadin Surabaya, kata Eri, menjadi jembatan yang menawarkan keberadaan lokasi tersebut kepada setiap calon investor.

Hal itu menyelaraskan dengan tujuan revitalisasi, yakni menjadikan THR-TRS sebagai ruang publik multifungsi yang bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat pada sarana hiburan maupun menjadi wadah berekspresi bagi para seniman.

Setiap titik di kawasan tersebut memiliki peruntukan yang berbeda-beda, seperti konser, kolam renang, studio musik, hingga pertunjukan maupun pameran seni.

"Skemanya bisa BOT (build operate transfer) atau bisa sewa, saya berharapnya banyak plaza terbuka," ucapnya.

Pemkot Surabaya saat ini sedang melaksanakan proses pengaspalan sebagai persiapan awal pembangunan. Kemudian menyelenggarakan sayembara desain penataan THR-TRS.

"Insya Allah Juli atau Agustus selesai, itu area terbuka buat konser karena di Surabaya tidak ada lokasi yang besar," katanya.

Sementara, Ketua Kadin Kota Surabaya M Ali Affandi Andi La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan siap membawa investor masuk ke Kota Surabaya dan berinvestasi di lahan eks THR-TRS.

"Kewajiban kami mengangkat potensi Surabaya, sehingga bagaimana melibatkan swasta atau investor untuk bisa membangun Kota Surabaya," ujarnya.

Dia menyatakan sudah mendapatkan kisi-kisi pengembangan salah satu kawasan legendaris di Surabaya itu dan segera melakukan pembahasan dengan para pengurus.

"Kami sosialisasikan ini sambil menunggu hasil sayembara dari pemkot, termasuk harapan anak muda untuk kawasan seperti apa. Kemudian kami rancang lalu mencari investor mewujudkan ini," kata dia.

Diharapkan langkah menghidupkan THR-TRS ke depannya bisa menambah daya tarik Kota Surabaya di mata investor, baik lokal maupun internasional.

"Posisi Surabaya ini strategis, apalagi disebut center of magnet di Indonesia, karena ketika IKN selesai ekonomi bergeser ke sini," tuturnya.(*)

Pewarta: Ananto Pradana

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024