BPJS Kesehatan Cabang Gresik memberikan bantuan kepada penduduk Bawean yang terdampak gempa melalui program Organization Social Responsibility (OSR).

Program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab organisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) dalam memberikan komitmen dan kepedulian di bidang sosial kepada masyarakat di sekitar lingkungan BPJS Kesehatan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Akibat kejadian tersebut, diinformasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik bahwa penduduk Bawean terpaksa mengungsi. Oleh karena itu, sebagai organisasi yang memiliki program OSR tanggap bencana, kami menyalurkan bantuan untuk para penduduk Bawean,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Jumat.

Menurut data yang dikeluarkan Pemkab Gresik, terdapat kurang lebih 9.648 penduduk Pulau Bawean yang mengungsi, karena gempa bersifat merusak atau destruktif sehingga banyak bangunan rumah penduduk yang rusak dan hancur. 

“Bukan hanya merusak ribuan bangunan rumah penduduk namun juga fasilitas umum, seperti tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, kantor balai desa, hingga fasilitas kesehatan. Maka dari itu,  bantuan yang kami salurkan kami sesuaikan dengan kebutuhan antara lain bahan pangan dan pakaian.” ujar Janoe. 

Janoe berharap bantuan yang diberikan dapat tersalurkan dengan baik dan bermanfaat untuk penduduk terdampak bencana dan kondisi bangunan juga bisa segera kondusif.

“Kami turut prihatin mendengar kondisi korban, semoga dengan bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari disana. Selain itu, semoga keadaan disana segera pulih dan bisa beraktifitas seperti sedia kala," ucapnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gresik FX Driatmiko Herlambang memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih untuk atensi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada para korban terdampak. Kami akan segera menyalurkan bantuan tersebut karena memang sangat bantuan seperti ini sangat ditunggu oleh masyarakat di sana," ucapnya.

Miko menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan diserahkan bertahap karena transportasi ke Pulau Bawean yang terbatas dan banyaknya instansi atau lembaga yang tiada henti memberikan bantuan.

“Kami memang tidak bisa sekaligus membawa semua bantuan ke Bawean, namun kami sudah jadwalkan untuk pendistribusiannya karena kapal tidak setiap beroperasi menyesuaikan dengan cuaca. Untuk distribusi bantuan terpusat pada satu posko dan akan disalurkan ke seluruh tenda pengungsian, dari kami sendiri ada sekitar 40 tenda pengungsian,” ujar Miko. 

Miko menambakan bahwa gempa yang terjadi di Bawean selain bersifat merupakan juga merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

“Dampak gempa juga dirasakan di Tuban, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro, Pamekasan Madura, dan Banjarbaru. Namun Alhamdulillah, berdasarkan hasil Analisa BMKG jenis gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ucapnya. 

Sebagai informasi, jumlah kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (Program JKN) di Kabupaten Gresik sampai dengan April 2024 1.318.286 jiwa, dengan rincian segmen Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pemerintah Belanja Negara (PBI APBD) 541.893 jiwa.

Selain itu, segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) berjumlah 352.380 jiwa, segmen PBI Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (PBI APBD) 245.018 jiwa, segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) 147.513 jiwa dan segmen Bukan Pekerja (BP) 22.482 jiwa.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024