Petugas gabungan dari Polres, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo melakukan tes urine semua sopir bus untuk antisipasi adanya pengemudi menggunakan narkoba yang dapat membahayakan penumpang arus mudik/balik Lebaran 2024.

Selain tes urine, petugas Dinas Kesehatan setempat juga sekaligus mengecek kondisi kesehatan sopir bus guna memastikan saat mengemudi mereka benar-benar dalam kondisi sehat alias tidak sedang sakit.

"Petugas gabungan melakukan tes urine pengemudi angkutan penumpang itu guna mengantisipasi adanya sopir yang mengonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya yang dapat membahayakan penumpang," ujar Kanit Gakkum Ipda Muhammad Rahman Fadli di Terminal Bus Situbondo, Kamis.

Ia menegaskan bahwa tes urine dan pemeriksaan kesehatan sopir angkutan penumpang penting untuk memastikan para pengemudi itu tidak terpengaruh obat-obatan, sehingga penumpang bus maupun angkutan umum lainnya aman dan nyaman.

Ipda Muhammad Rahman Fadli menjelaskan pemeriksaan kesehatan terhadap sopir angkutan umum dan angkutan barang ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Operasi Ketupat Semeru 2024.

"Kami ingin memastikan kesehatan para sopir angkutan umum dan angkutan barang, untuk mencegah kecelakaan lalu lintas," katanya.

Menurutnya, sejauh ini belum ditemukan sopir bus maupun kru bus yang terindikasi menggunakan narkotika dan obat-obatan.

"Dari hasil pemeriksaan kesehatan, puluhan sopir dan kru bus dinyatakan sehat walaupun ada beberapa yang layak dengan catatan. Alhamdulillah juga tidak ada sopir yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang," tuturnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo dr Dina Fitriya menyampaikan serangkaian pemeriksaan fisik dan laboratorium sopir bus meliputi pemeriksaan narkoba, tekanan darah, cek kolesterol, cek kadar gula, dan tes kencing.

"Rata-rata mereka sehat semua, memang ada yang kadar gulanya tinggi namun kondisinya masih baik," ujarnya.

Ada tiga kategori hasil pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir bus, yakni layak mengemudi, layak dengan catatan dan tidak layak. Layak dengan catatan yaitu para sopir yang punya penyakit penyerta seperti diabetes, dan hipertensi.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024