Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota Malang, Jawa Timur pada 2023 sebesar 6,07 persen.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin di Kota Malang, Jumat mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Malang sedikit melambat sebesar 0,25 persen jika dibandingkan dengan 2022 yang saat itu tercatat sebesar 6,32 persen.

"Hal ini hampir sama dengan kondisi di Jawa Timur dan nasional," kata Umar.

Ia menjelaskan ada sejumlah hal mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2023, di antaranya peningkatan produktivitas padi sawah yang naik sebesar 3,69 persen dan kinerja industri pengolahan yang masih berada pada fase ekspansi.

Kemudian, kata dia, adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang dipengaruhi berakhirnya masa pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona atau COVID-19. Hal itu, memicu peningkatan jumlah penumpang di seluruh moda transportasi.

"Termasuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, serta ada kenaikan tingkat okupansi hotel dan restoran," katanya.

Umar menambahkan pada 2023 juga dipengaruhi persiapan pesta demokrasi terbesar di Indonesia yakni Pemilihan Umum 2024.

Selain itu, adanya peningkatan realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

Tercatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kota Malang pada 2023 tercatat Rp93,053 triliun, atau mengalami kenaikan jika dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp84,807 triliun.

Sementara untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), juga tercatat mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya Rp56,678 triliun pada 2022, menjadi Rp60,119 triliun pada 2023.

Jika dilihat dari distribusi dan pertumbuhan PDRB Kota Malang menurut lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan, serta pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 5,61 persen, 10,76 persen dan 10,64 persen.

Untuk sumber pertumbuhan ekonomi Kota Malang menurut lapangan kerja, lanjutnya, sektor perdagangan merupakan penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 1,74 persen, diikuti industri pengolahan 1,41 persen, konstruksi 0,84 persen, infokom 0,46 persen dan lainnya 1,61 persen.

Sedangkan untuk sumber pertumbuhan ekonomi Kota Malang menurut pengeluaran, penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencapai 3,46 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,01 persen dan sektor lainnya 0,16 persen.

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024