Kunjungan masyarakat ke Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo mengalami penurunan cukup signifikan selama kurun 2022-2023 yang diduga dampak penggunaan gawai serta internet di daerah setempat.

"Penurunannya lumayan, sekitar 3.000-an orang, yang mengacu data kunjungan tahun 2023 dibanding 2022," kata Kabid Layanan Informasi Perpustakaan dan Layanan Kearsipan Perspusip Ponorogo, Agus Sri Wahyuni di Ponorogo, Selasa.

Ia lalu menggambarkan perbandingan kunjungan selama dua tahun terakhir, dimana pada 2022 angka kunjungan ke Perpusip Ponorogo mencapai 8.697 orang, sedangkan pada 2023 turun menjadi 5.193 orang.

"Turunnya sekitar 3.504 pengunjung, faktor lain karena kunjungan perpustakaan keliling kita kurangi karena keterbatasan anggaran," ujarnya.

Pada 2022 itu, setidaknya ada 80 titik yang dikunjungi oleh perpustakaan keliling di wilayah Ponorogo. Sementara pada 2023 hanya ada 10 titik.

Perpustakaan keliling milik perpusip menyasar ke sejumlah lokasi mulai sekolah, pusat kegiatan masyarakat, hingga kawasan wisata.

Selain faktor perkembangan teknologi informasi, penurunan kunjungan ini dipengaruhi minat baca masyarakat yang juga mengalami penurunan.

Tren ini terlihat dari survei yang dilakukan tim perpusip dimana pada 2022 indeks tingkat kegemaran membaca (TKM) masyarakat Ponorogo ada di angka 58,7, turun 1,3 dibanding indeks TKM pada 2022 yang masih di kisaran 60.

"Memang turun dari 2022 ke 2023, kita masuknya ke kategori sedang untuk TKM," ucapnya.

Ia berharap ke depannya minat baca di Ponorogo bisa naik. Meski dengan segala keterbatasan, pihaknya akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.

"Walaupun dengan segala keterbatasan, kami tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan baca ke masyarakat," tutur dia.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024