Presiden RI Joko Widodo menekankan bahwa peran petani sangat penting bagi negara berkaitan dengan pemenuhan dan peningkatan produksi tanaman pangan bagi masyarakat.

“(Penduduk) kita ini 280 juta, harus makan semuanya. Oleh karena itu peran bapak/ibu petani itu penting sekali bagi negara ini,” kata Presiden dalam sambutannya di acara penyerahan bantuan kepada petani gagal panen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa.

Presiden mengatakan perubahan iklim yang dulu hanya menjadi topik pembicaraan, saat ini sudah berada di depan mata. Bencana kekeringan panjang maupun hujan terus-menerus terjadi di mana-mana dan menyebabkan produktivitas padi menurun.

Baca juga: Jokowi: Pembagian sertifikat tanah solusi sengketa lahan

“Dulu 22 negara kalau berasnya dibeli negara lain itu udah nih, nih, nih (memberikan), karena mereka punya stok. Tetapi sekarang karena peristiwa tadi, kekeringan, peristiwa banjir ke sawah, mereka semuanya ngerem semuanya. Kita mau beli saja (tidak bisa), kita ndak punya stok,” kata Presiden.

Indonesia sendiri, kata Presiden, memiliki stok beras namun tidak bisa diekspor karena diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rakyat sendiri terlebih dulu.

Oleh karena itu ia meminta para petani segera menanam apabila nanti sudah menerima uang bantuan dari pemerintah.

“Hari ini semoga dalam waktu sangat dekat uangnya bisa segera diterima petani dan langsung bisa dipakai untuk tandur, tanam, tandur, tanam, tandur, tanam dan segera panen. Kalau sudah panen, kita tidak usah banyak impor-impor lagi dari negara lain, karena juga mereka sekarang ini mengerem semuanya tidak jual berasnya,” kata Presiden.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024