Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Madiun, Jawa Timur menyediakan sejumlah bahan pangan murah bagi masyarakat dengan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga sejumlah komoditas di pasaran yang saat ini mengalami kenaikan.

Wakil Pemimpin Perum Bulog Cabang Madiun Hendra Kurniawan mengatakan pasar murah tersebut digelar di depan kantor bulog setempat Jalan DI. Panjaitan Kota Madiun.

"Kami buka setiap hari Senin sampai Jumat. Ada 2 shift. Pertama, di jam 08.30 WIB-12.00 WIB dan shift kedua jam 15.00 WIB-17.00 WIB," ujar Hendra di Madiun, Jumat.

Menurut dia, terdapat berbagai macam bahan pokok dijual lebih murah dari harga pasar. Di antaranya beras medium SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp51 ribu, beras premium kemasan 5 kilogram Rp68.500, dan beras khusus Fortivit Rp17 ribu per kilogram.

Selain itu juga ada telur ayam ras dengan harga Rp24 per kilogram, gula pasir Maniskita Rp16 ribu per kilogram, serta minyak goreng Rp14 ribu kemasan 900 mililiter.

Hendra Kurniawan menambahkan sejumlah komoditas tersebut disediakan menyesuaikan dengan yang paling banyak dibutuhan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan Bulog akan menambah jenis komoditas jika terjadi kenaikan harga di pasaran, seperti bawang merah, bawang putih, ataupun cabai.

"Ini sifatnya kondisional, kalau diperlukan kita melakukan pengadaan," kata dia.

Dalam operasi pasar itu, Hendra memastikan harga yang dikenakan di bawah harga pasaran. Meski begitu, Bulog tetap memberlakukan pembatasan pembelian agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Pembatasan pembelian itu khusus untuk beras SPHP, per orang per hari itu dua sak masing-masing kemasan 5 kilogram. Kalau untuk minyak goreng maksimal 4 liter," jelasnya.

Hendra mengungkapkan, dalam sehari Bulog mampu menjual 500 kilogram beras SPHP dan 50 kilogram beras premium. Sedangkan, untuk gula pasir rata-rata per hari 50 kilogram, dan minyak goreng 60 liter.

Sementara itu, animo masyarakat cukup tinggi untuk berbelanja sembako murah tersebut. Salah satunya seperti diungkapkan oleh Marlina, warga Kelurahan Pandean, Kota Madiun.

"Mumpung murah jadi saya beli untuk stok di rumah," kata dia.

Marlina mengaku sangat terbantu dengan program sembako murah tersebut. Tidak hanya di Kantor Bulog Madiun, tapi juga Warung Tekan Inflasi yang diselenggarakan oleh Pemkot Madiun.

"Senang sekali. Biasanya beli di depan kantor Dinas Perdagangan. Semoga program pangan murah ini ada terus oleh pemerintah. Sehingga warga bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau," kata dia.

 

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2024