Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggandeng Adhicipta Art Community menggelar pameran lukisan bersama hasil karya 28 pelukis asal Kota Pahlawan untuk memperingati Bulan Bung Karno.

"Pameran ini mengusung tema 'Jejak Sang Fajar'. Selaras dengan tema yang diusung, pameran ini juga sekaligus menjadi persembahan dari Kampus Merah Putih untuk Sang Proklamator yang semangatnya tak kenal lelah dalam memancarkan sinar ke segala penjuru," kata Rektor Untag Surabaya Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., di Surabaya, Selasa.

Menurutnya, Bung Karno meninggalkan jejak yang mendalam bagi sejarah Indonesia dan menjadi inspirasi kobaran semangat persatuan bagi generasi berikutnya.

"Mudah-mudahan dengan seluruh rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang diselenggarakan Untag Surabaya bisa memotivasi dan menjadi penyemangat kita untuk melanjutkan perjuangan Soekarno," tuturnya.

Disebut sebagai Kampus Nasionalis, Untag Surabaya terus berupaya untuk mengedepankan keutuhan bangsa.

Baca juga: Rektor tegaskan Untag Surabaya bukan termasuk PTS disanksi Kemendikbudristek

“Upaya yang sudah kita lakukan adalah dengan mengadakan kegiatan kebhinekaan, temu ilmiah tentang sejarah, adanya mata kuliah patriotik. Tujuannya. kita ingin mencetak generasi nasionalis yang patriotik sesuai dengan ikon kampus ini," tuturnya.

Ketua YPTA Surabaya J. Subekti, SH., MM., menyampaikan bahwa terpuruknya bangsa bisa terjadi akibat melupakan sejarah dan kebudayaan.

"Oleh karena itu, dalam pekan kesenian semacam ini menjadi bagian penting dari tujuan Untag Surabaya untuk melestarikan budaya Indonesia. Selain itu, semangat nasionalisme dan patriotisme Bung Karno harus menular ke seluruh lapisan masyarakat terutama anak muda agar mereka tidak hanya hidup hedonisme," ujarnya.

Salah seorang seniman yang hadir, Heti Palestina Yunani mengatakan Soekarno begitu mencintai keindahan. "Tetapi kita lupa bahwa Soekarno sendiri merupakan sebuah keindahan," ucapnya.

Pemilihan pameran ini menjadi sesuatu yang monumental, karena perjuangan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia. "Kita bisa nikmati melalui karya-karya ini," ujar Heti.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023