Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional penuh dua jembatan darurat "bailey" yang telah selesai dipasang di Desa Kembang Kecamatan Pacitan dan Desa Wonodadi Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan, Selasa.

Kedua jembatan yang sempat putus akibat terjangan banjir tersebut diresmikan secara simbolis yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan untaian melati oleh Gubernur Khofifah.

Seremoni gunting pita itu disaksikan langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja, Kepala Desa Kembang serta Kepala Desa Gandu.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan dibangunnya kembali kedua jembatan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat konektivitas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Diantaranya memperkuat aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

"Jembatan putus masuk dalam prioritas penanganan. Jembatan ini bukan hanya memiliki fungsi fisik, melainkan juga memiliki fungsi menghubungkan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan juga menyambungkan seduluran (persaudaraan)," katanya.

Peresmian jembatan ini juga menjadi pendukung optimalisasi aktivitas masyarakat pasca-PPKM resmi dicabut oleh pemerintah pusat.

"Optimalisasi pemulihan sektor ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan kerukunan antar wilayah bersambung yang kemudian mempererat kekerabatan. Kepada masyarakat saya sampaikan bahwa jembatan ini sudah bisa dinikmati dan semoga memberikan manfaat barokah. Tolong dijaga dan dirawat ya," jelasnya.

Sebelumnya, kedua jembatan itu terputus akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Pacitan pada Oktober 2022.

Jembatan Kembang dan Jembatan Gandu merupakan jalan penghubung utama masyarakat setempat. Karenanya, kerusakan kedua jembatan itu sempat melumpuhkan perekonomian, layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat Pacitan.

kini, Jembatan Kembang maupun Gandu dibangun dengan kontruksi jembatan bailey. Kedua jembatan tersebut dibangun dengan sumber aggaran dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Jatim senilai Rp6,03 miliar untuk Jembatan Kembang dan Rp3,08 miliar untuk Jembatan Gandu.

Sebagai informasi, Jembatan Kembang membentang sepanjang 39 meter dengan lebar 4,8 meter menghubungkan Desa Kembang dan Desa Sirnoboyo.

Sedangkan Jembatan Gandu dibangun di atas Sungai Gandu menghubungkan Desa Wonodadi Kulon dan Desa Sembowo dengan panjang 27 meter dan lebar 4,2 meter.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023