Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut guru dan tenaga kependidikan membutuhkan inovasi dan kreasi untuk membentuk siswa didik agar menjadi game changer karena dunia sedang mengalami perubahan.

Khofifah saat menutup GTK Creative Camp (GCC) Batch 3 di Surabaya, Jumat mengatakan, dibutuhkan inovasi dan inisiasi untuk meng-update berbagai percepatan perubahan yang terjadi.

"Harus bergerak dan ini butuh ekosistem. GCC adalah sebuah ekosistem yang disiapkan Dinas Pendidikan Jatim untuk adaptasi perubahan ini," ujarnya.

Khofifah melanjutkan, di tengah perubahan ini guru dan kepala sekolah harus menyiapkan siswa didiknya menjadi game changer.

"Karena itu untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan menyiapkan tatanan jaman agar siap dengan perubahan dibutuhkan guru dan kepala sekolah yang inovatif dan kreatif," katanya.

Mantan Menteri Sosial itu menambahkan adanya kegiatan ini menjadi bermakna karena pesertanya apresiatif. Seperti lebih 4 ribu peserta memilih sektor kewirausahaan dan lebih 3 ribu peserta memilih sektor informasi dan teknologi (IT).

Menurut Khofifah, baik kewirausahaan maupun digital IT menjadi satu kesatuan di tengah kemajuan peradaban saat ini. Sebab, kata dia tren saat ini untuk kewirausahaan jika ingin  membangun akses pasar dunia harus menguatkan ekosistem digital, pendidikan dan sektor lain.

Dirjen GTK Kemendikbud, Prof. Dr. Nunuk Suryani Mpd mengapresiasi, kegiatan GCC yang digelar Dinas Pendidikan Jatim. Menurut dia, kegiatan GTK Creative Camp ini berkaitan erat dengan program Dirjen GTK Kemdikbud.

"Apresiasi tinggi atas kegiatan (GCC Batch 3) untuk menumbuhkembangkan kreatifitas GTK. Berbagai kriteria lomba berkaitan dengan inovasi dan kreatifitas, dan dibutuhkan dalam implementasi merdeka belajar," ujar Luluk.

Ditambahkan Luluk, kemajuan pendidikan, bergantung pada inovasi dan kreatifitas dari guru dan kepala sekolah karena orientasi pembelajaran dalam merdeka belajar berfokus pada siswa.

"Harapannya, prestasi guru tidak berhenti disini. Terpilih menjadi pemenang harus menjadi inspirasi dan teladan bagi guru lain. Selain itu harus menjadi penggerak bagi guru-guru lain untuk menularkan ilmunya," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menjelaskan, lomba GCC ini merupakan wadah bagi GTK untuk menorehkan inovasi dan kreatifitasnya.

Untuk itu, ia mengucapkan rasa syukur atas atensi Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang telah memberikan perhatiannya kepada insan pendidikan.

"Alhamdulillah, ibu gubernur pada hari ini berkenan meluangkan waktunya untuk memberikan penghargaan kepada guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan," katanya.

"Tentu ini akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri dan motivasi bagi mereka yang mendapat penghargaan langsung dari bu gubernur. Sehingga mereka akan terus terpacu dalam berinovasi untuk kemajuan pendidikan Jawa Timur," ujarnya.

Dalam pelaksanaanya, Wahid menjelaskan proses seleksi GTK Creative Camp Bacth 3 ini terdiri dari 2 kegiatan inti dengan dua tahapan.

Tahap pertama, yakni pola 34 jam pembelajaran (JP) untuk pelaksanaan workshop full daring dengan menggunakan Zoom Meeting. Kemudian tahap kedua, pola 48 jam pembelajaran  untuk pengerjaan tugas mandiri secara luring.

"Peserta yang mengikuti kegiatan tahap 1 dapat melanjutkan ke tahap 2 dan berhak mendapatkan dua sertifikat (pola 34 JP dan pola 48 JP)," ujar Wahid.

Dia melanjutkan, tiga besar karya inovasi setiap kategori dari setiap jenjang akan mendapatkan sertifikat tambahan berupa sertifikat juara yang ditandatangani oleh Gubernur Jatim.

Wahid juga menyebut, peserta GCC dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tahun 2020 diikuti oleh 4.983 peserta, tahun 2021 meningkat 27,09 persen atau 6.333 peserta, dan tahun 2022 meningkat signifikan sebesar 190 persen menjadi 18.338  peserta. (*)

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Abdul Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022