Sivitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar doa dan tahlil bersama secara daring, Jumat malam untuk korban Tragedi Kanjuruhan. 

"Kegiatan doa dan tahlil ini juga diikuti oleh seluruh pimpinan dan sivitas akademika Perguruan Tinggi Keislaman Swasta di lingkungan Kopertais Wilayah IV," kata Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki. 

Pada kesempatan itu, Prof. Muzakki dan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malam, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA, menekankan makna persaudaraan dan pentingnya solidaritas kepada saudara sebangsa dalam menanggung kedukaan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa tahlil yang dipimpin oleh Dr. KH. M. Isyroqun Najah, M.Ag., Wakil Rektor IV UIN Maliki Malang. 

Acara tahlil ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Abdul Aziz, M.Ag., Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo, yang juga Ketua Forum Pimpinan PTKIS se-Jawa Timur.

Dalam acara ini juga dibacakan pernyataan sikap oleh ketiga rektor tersebut secara bergantian. 

Pernyataan sikap atas tragedi Kanjuruhan dari UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, PTKIS Kopertais Wilayah IV Surabaya, yakni pertama Tragedi Kanjuruhan (1 Oktober 2022) bukan hanya tragedi sepak bola, tapi juga tragedi kemanusiaan. 

Kedua, Tragedi Kanjuruhan dengan korban jiwa sebanyak 125 orang, 406 orang luka ringan, 30 orang luka sedang, dan 29 orang luka ringan (berdasarkan keterangan Kadiv Humas Polri per 4 Oktober 2022) adalah tragedi yang mengoyak nilai-nilai kemanusiaan kita semua. 

Berikutnya, tidak ada satu even sepak bola yang memakan korban dengan jumlah yang begitu fantastis sepanjang sejarah sepak bola tanah air, bahkan dunia. 

Sekalipun demikian, tragedi dan kesedihan ini tidak akan melemahkan dan memecah belah kita sebagai bangsa. Sepak bola adalah olahraga yang selama ini telah berhasil menyatukan kita sebagai bangsa di tengah dorongan segelintir orang yang hendak memecah belah dengan isu-isu agama, ras, suku, dan golongan. 

"Ada saat-saat berhadapan antara satu dengan yang lain untuk memperoleh kemenangan. Namun, semangat persatuan kita sebagai bangsa pada akhirnya memanggil untuk bergandengan tangan saling menguatkan di saat saudara-saudara sebangsa kita sedang dirundung duka dan kemalangan dalam tragedi tersebut," ucapnya.
 
Pihaknya juga menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarganya, baik yang meninggal  maupun luka-luka. Kemudian, menyerukan kepada semua pihak untuk memperkuat solidaritas dan memberi dukungan dan bantuan terhadap korban dan keluarga korban. 

Lalu, menyerukan kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak memanfaatkan tragedi ini demi kepentingan sempit dan sesaat bagi kelompok tertentu, serta meminta pihak-pihak terkait memperbaiki manajemen sepak bola secara profesional dengan menempatkan sepak bola sebagai bagian dari komitmen membangun persatuan dan martabat bangsa.

Kemudian, memberi kepercayaan dan dukungan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini dan mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam rangka tegaknya kebenaran dan keadilan bagi semua pihak.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022