Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat di Surabaya, Selasa, untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. 

Aksi tersebut berlangsung kondusif dengan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi ditemui oleh Ketua DPRD Jatim Kusnadi. 

"Intinya kami menolak penyesuaian harga BBM. Kami menuntut pemerintah menarik ulang kebijakan untuk menaikkan BBM subsidi," kata Koordinator lapangan aksi IMM Jatim Ali Mustain. 

Menurut Ali, pemerintah tidak tepat mengambil kebijakan tersebut karena saat Indonesia dalam proses memperbaiki ekonomi akibat pandemi COVID-19. 

Ada tiga tuntutan yang disuarakan massa dari IMM Jatim tersebut, yakni pertama, menuntut pemerintah agar membatalkan penyesuaian harga BBM serta mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi.

Kedua, mendesak pemerintah melalui BPH Migas untuk membuat regulasi pengawasan peredaran BBM subsidi di masyarakat supaya tepat sasaran.

Ketiga, mendesak pemerintah agar memperbaiki pengelolaan sumber daya alam dengan tujuan agar dikuasai sepenuhnya oleh negara dan diperuntukkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan masyarakat. 

Sementara itu, Ketua DPRD Jatim Kusnadi yang menemui mahasiswa mengatakan akan menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI. 

"Saya sebagai anggota DPRD Jatim juga tidak setuju dengan kenaikan BBM. Saya tidak mewakili fraksi tapi sebagai anggota DPRD. Sebagai ketua DPRD saya akan teruskan aspirasi saudara," ujarnya. 
 

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022