Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terus menggencarkan program Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) guna mencegah kasus kekerdilan anak di wilayah itu.

"Kampanye gerakan gemar makan ini penting karena kasus kekerdilan di Pamekasan masih tinggi," kata Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Pamekasan Ani Fatah Yasin saat menghadiri program itu di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Rabu.

Kecamatan Tlanakan menjadi sasaran kampanye program Gemarikan karena kasus kekerdilan di wilayah itu masih tinggi, dan tercatat sebagai penyumbang terbanyak kedua setelah Kecamatan Proppo.

Prevalensi balita mengalami kekerdilan mencapai 9.831 orang atau 18,04 persen dari total jumlah balita di Kabupaten Pamekasan pada 2020, namun hingga 2021 turun menjadi 16,47 persen.

Menurut Ani, penurunan itu berkat program intensif yang dicanangkan Pemkab Pamekasan bersama Tim Penggerak PKK, salah satunya melalui program Gemarikan.

"Karena itu, kampanye Gemarikan terus kami gencarkan, di samping program pendamping lainnya, seperti penambahan makanan tambahan pada balita di setiap kegiatan posyandu dan pendidikan melek gizi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan dr. Syaifudin menjelaskan selain memang karena kurang gizi, banyaknya balita yang mengalami kasus kekerdilan di Pamekasan karena faktor pengetahuan.

Banyak orang tua di Pamekasan belum paham tentang pola pemberian makanan yang mengandung gizi sehingga berdampak pada pertumbuhan anak.

"Oleh karena itu, pendidikan melek gizi juga penting dilakukan, karena di antara beberapa kasus balita yang mengalami kekerdilan di Pamekasan bukan karena miskin. Banyak di antara mereka justru dari kalangan keluarga mampu," katanya.

Ia menambahkan pendidikan melek gizi bagi orang tua penting, mengingat berdasarkan data temuan di lapangan, salah satu penyebabnya karena orang tua belum mengerti tentang pentingnya asupan gizi.

Penyebab lain yang juga menjadi balita stunting karena memang sudah kekurangan gizi saat dalam kandungan.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022