Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya menggandeng guru besar dari University of Utah School of Medicine, Amerika Serikat, Prof. Stavros George Drakos, M.D, Ph.D, F.A.C.C., untuk memperdalam penanganan terhadap gagal jantung.

Prof. Stavros digandeng untuk jadi dosen dalam program Adjunct Professor yang dilakukan di Aula FK Unair secara hybrid, Rabu.

Kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FK Unair/RSUD dr Soetomo Surabaya,  Prof. Yudi Her Oktaviano mengatakan ahli-ahli di FK Unair dan RSUD dr Soetomo perlu banyak belajar dari para ahli bagaimana me-manage penyakit gagal jantung ini.

"Karena gagal jantung masih menjadi masalah utama dan hingga kini masih belum bisa ditangani secara tuntas. Kita perlu banyak belajar," ujar Prof. Yudi.

Kehadiran Prof. Stavros diharapkan tidak hanya memberikan kuliah bagi mahasiswa, tapi bisa melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat bersama tentang masalah gagal jantung ini. Karena Prof. Stavros dikenal sebagai ahli yang sukses melakukan transplantasi jantung di negaranya.

"Kalau sudah gagal jantung dianggap akhir dari segalanya. Karena gagal jantung itu hasil akhir dari beberapa penyakit yang diderita pasien salah satunya jantung koroner," ujarnya.

"Nah, kita harus belajar apakah fungsi jantung bisa dikembalikan baik dengan obat-obatan atau dengan intervensi lain. Juga penelitian bersama tentang stem cell untuk gagal jantung," kata Prof. Yudi.

Apalagi kata Prof Yudi untuk transplantasi jantung yang di luar negeri sudah biasa dilakukan. "

"Di kita banyak kendala. Untuk bisa transplan harus punya SDM unggul sebagai operator. Fasilitas juga harus lengkap dan regulasi yang jelas. Itu kita harus belajar banyak," ujarnya.

Karenanya selain mendatangkan ahlinya, FK Unair juga akan mengirimkan staf-staf muda untuk belajar ke negara maju khusus gagal jantung.

"Diharapkan setelah kembali bisa memperbaiki pelayanan," kata Prof. Yudi.

Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG., (K) mengatakan kehadiran Prof. Stavros merupakan program adjunct professor ke-22 FK Unair di 2022 ini.

"Sebenarnya target di 2022 ini sudah tercapai 22 guru besar pakar-pakar luar negeri. Tapi kami tambah hingga 29 sampai akhir tahun," katanya.

Sama dengan guru besar lainnya, Prof. Stavros akan memberikan kuliah bagi mahasiswa S1, S2, S3 dan program spesialis. Selain itu juga akan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat bersama.

"Adjunct professor itu sama dengan visiting professor. Mereka akan datang ke FK Unair minimal setahun sekali selama seminggu. Karena masih pandemi kuliah kita lakukan secara online," tuturnya.

Diharapkan hadirnya Prof. Stavros bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi perkembangan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FK Unair.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022