Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, berupaya mempercepat pemberian vaksin COVID-19 dosis ketiga atau penguat bagi warga lanjut usia (lansia) yang termasuk golongan rentan terpapar COVID-19 guna menekan tingkat kefatalan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr. Denik Wuryani di Madiun, Rabu, mengatakan vaksinasi terhadap kaum lansia merupakan sasaran yang tersulit dibandingkan sasaran lainnya. Adanya lansia yang belum divaksinasi, di antaranya karena mereka memiliki penyakit penyerta (komorbid), sehingga tidak bisa disuntik vaksin.

"Sekarang ini untuk vaksin penguat sudah bisa diberikan rentang tiga bulan dari dosis kedua. Makanya, ini terus kami gencarkan vaksinasi, khususnya bagi lansia," ujarnya.

Sesuai data, capaian vaksinasi COVID-19 dosis satu untuk kaum lansia sebesar 75,35 persen atau 18.057 orang dari total sasaran sekitar 23.000 lansia.

Untuk dosis dua lansia tercapai 69,28 persen atau 16.601 orang, serta dosis tiga atau vaksin penguat baru tercapai 15,46 persen atau 3.705 orang.

Denik menambahkan tim dinkes terus berupaya untuk mempercepat pemberian vaksin penguat bagi kaum rentan lansia, utamanya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan terjadi mobilitas penduduk pada Lebaran nanti. Karenanya, vaksinasi penguat untuk lansia menjadi prioritas.

Dia mengakui terdapat sejumlah hambatan di lapangan, salah satunya kondisi lansia yang tidak bisa dilakukan vaksinasi pada saat waktu pemberian. Hal itu dikarenakan penyakit penyerta yang diderita, sehingga vaksinasi harus ditunda hingga kondisi siap. Selain itu, ada juga lansia yang masih pilih-pilih jenis vaksin, namun jumlahnya tidak banyak.

"Memang ada beberapa yang pilih-pilih jenis vaksin untuk penguat. Selama vaksinnya ada, akan kami berikan," kata dia.

Untuk mempercepat vaksinasi di kalangan lansia, selain dilayani di fasilitas kesehatan, dinkes berupaya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sasaran, salah satunya dengan membuka gerai layanan vaksin ketika ada kegiatan yang dilaksanakan Wali Kota Madiun di tiap kelurahan serta pemberian vaksin dari rumah ke rumah.

Denik menegaskan vaksinasi bagi lansia sangat penting, sebab mereka termasuk dalam golongan rentan terhadap penularan COVID-19. Saat sudah divaksin, jika yang bersangkutan terpapar COVID-19, maka akan mengurangi tingkat kefatalan.

Mengenai ketersediaan vaksin, Denik menyebut sangat mencukupi sampai bulan ini. Vaksin Sinovac ada 11.314 dosis, Pfizer ada 3.660 dosis, dan Covovax ada 630 dosis. Vaksin akan langsung dikirimkan Pemprov Jatim untuk bulan berikutnya. Masyarakat diminta untuk segera melakukan vaksinasi jika sudah waktunya.

Selain vaksin, upaya lain yang harus dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19 adalah tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.

Sesuai data, di Kota Madiun kasus COVID-19 hingga Rabu (16/3/2022) mencapai 9.932 orang. Dari jumlah itu, 9.096 orang di antaranya telah sembuh, 294 orang masih dalam perawatan, dan 542 orang meninggal dunia.

Jumlah konfirmasi baru tercatat 31 orang, sembuh 36 orang, dan meninggal dunia nihil.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022