Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jember, Jawa Timur. menyebutkan bahwa klaster Sekolah Calon Bintara (Secaba) Rindam V Brawijaya mendominasi lonjakan kasus COVID-19 di kabupaten itu.

"Awalnya mereka mau berangkat latihan, kemudian dilakukan screening dan diketahui ada satu anak didik Secaba yang terkonfirmasi positif, sehingga dilakukan pelacakan kontak eratnya," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Lilik Lailiyah saat dikonfirmasi per telepon di Jember, Selasa.

Berdasarkan data Satgas, penambahan kasus positif baru pada 8 Februari 2022 tercatat 95 kasus atau meningkat tajam dari Senin (7/2) yang tercatat 39 kasus.

"Jumlah kasus positif COVID-19 di Secaba awalnya mencapai 26 kasus, namun kemungkinan jumlah tersebut bisa bertambah karena masih menunggu hasil tes dari pelacakan yang dilakukan," tuturnya.

Selain dari Secaba, lanjut dia, ada beberapa kasus positif yang ditemukan dari hasil screening pasien yang akan rawat inap di rumah sakit dan warga yang hendak melakukan perjalanan luar kota saat melakukan tes usap antigen sebagai persyaratan perjalanan.

"Dari puluhan kasus COVID-19 di Secaba Jember, mereka yang terkonfirmasi positif sudah melakukan isolasi terpusat di sana dan sebagian besar mereka tidak memiliki gejala sakit," katanya.

Sementara berdasarkan data Satgas pada 8 Februari 2022 tercatat tambahan kasus positif baru sebanyak 95 orang dengan rincian 48 orang berdomisili di Kabupaten Jember dan sebanyak 47 orang berdomisili di luar Jember, kemudian pasien sembuh sebanyak 19 orang dan kasus kematian nihil.

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 di Jember mencapai 222 kasus dan lima orang di antaranya berada di isolasi terpusat yang disiapkan Pemkab Jember di Hotel Kebon Agung.

Dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, hanya tiga kecamatan yang berada di zona hijau atau tidak memiliki kasus positif COVID-19 yakni Kecamatan Mayang, Kalisat, dan Sukowono, sedangkan dua kecamatan yakni Kecamatan Wuluhan dan Mumbulsari berada di zona kuning atau risiko penyebaran rendah, dan sisanya berada di zona oranye atau risiko sedang.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022