PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gresik, Jatim menggencarkan program electrifying marine di wilayah setempat sebagai upaya memenuhi kebutuhan listrik pada sektor perikanan, khususnya petani tambak yang masih menggunakan diesel.

"Kondisi saat ini petani tambak di Gresik masih banyak yang mengelola tambaknya secara konvensional dengan menggunakan genset, padahal di area sekitar tambak telah tersedia jaringan distribusi PLN," kata Manager PLN UP3 Gresik Paultje Mangundap di Gresik, Kamis.

Ia mencatat potensi electrifying marine di wilayah Gresik mencapai 15.601 hektare, dan petani tambak yang telah menggunakan listrik baru sekitar 885 hektare atau hanya 5 persen dari luas wilayah tambak.

"Hal tersebut menjadi peluang bagi kami untuk menggencarkan penjualan tenaga listrik (ekstensifikasi) di lokasi tambak Gresik," kata Paultje.

Salah satu upaya mendorong penggunaan listrik, kata dia, PLN UP3 Gresik memberikan penghargaan kepada petani tambak yang mampu berinovasi dan memanfaatkan energi listrik PLN untuk meningkatkan produktivitas usahanya, salah satunya adalah Lilik Deswati.

Lilik, petani tambak budi daya udang vaname intensif di Kecamatan Ujung Pangkah Gresik itu mengaku telah membuktikan penggunaan listrik lebih meningkatkan produktivitas dan hasil tambaknya.

Lilik meraih Penghargaan Wirausaha Bahari Tangguh (Electrifying Marine) dari PLN dengan Penghargaan Silver Appreciation di kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (30/11).

Lilik yang juga berprofesi sebagai penggerak budi daya udang intensif di Kabupaten Gresik ini memiliki enam petak pemeliharaan, dua kolam tandon, satu ipal.

"Awalnya kami menggunakan listrik daya 53 kVA, setelah ada perluasan penambahan petak baru kami menambah daya menjadi 82,5 kVA. Dari 1,9 hektare luas lahan dan 10 kolam kami menghasilkan 26,7 ton per siklus, satu siklus 120 hari. Tentu listrik sangat dibutuhkan dalam budi daya udang intensif dan kami berterima kasih sekali atas program PLN ini," katanya.

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021