Ratusan calon wisudawan dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya mengikuti prosesi yudisium yang digelar secara luring di Wyndham Surabaya, Rabu. 

Dekan FH Ubhara Surabaya Dr. Karim, SH., M.Hum mengatakan prosesi yudisium digelar luring dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. 

"Para calon wisudawan untuk bisa mengikuti prosesi ini harus menjalani tes swab antigen dengan hasil negatif dan sudah divaksin. Lalu di lokasi wajib jaga jarak, dan memakai masker," katanya. 

Karim menjelaskan digelarnya yudisium secara luring karena melihat perkembangan COVID-19 di Kota Surabaya yang telah menurun drastis. Apalagi saat ini Surabaya menggelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

"Kita melaksanakan ini karena melihat angka COVID-19 yang menurun drastis. Apalagi Surabaya turun PPKM level 1. Namun tetap saja kami meminta izin kepada Satgas COVID-19 Surabaya," katanya. 

Lebih lanjut, dia menuturkan prosesi yudisium adalah untuk menyatakan bahwa mahasiswa dinyatakan lulus sebelum diwisuda pada tanggal 27 Oktober mendatang. 

Dalam yudisium tersebut, Irene Anassia Wulan Sari menjadi calon wisudawan terbaik. Irene dalam skripsinya terkait penyalahgunaan wewenang pejabat yang di dalamnya terdapat beberapa unsur, seperti unsur objektif dan subyektif. 

"Saya tertarik meneliti itu karena saya masuk Ilmu Hukum Pidana dan ketika magang di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur saya di Tindak Pidana Khusus, jadi meneliti tentang itu," katanya. 

Dia berharap wisuda yang digelar secara luring pada tanggal 27 Oktober nanti akan berjalan dengan lancar dan mematuhi protokol kesehatan. (*) 
 

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021