Pemerintah Kota Probolinggo memaparkan potensi wisata Pantai Permata dengan pelabuhan dalam kegiatan Business Forum antara Indonesia - Belarusia dengan tema "Enhancing Business Relation" secara virtual di Ruang Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat.

Kegiatan yang dibuka oleh Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarusia Jose Antonio Morato Tavares yang digelar secara hybrid (daring dan luring) diikuti oleh 54 peserta di antaranya Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia, pelaku usaha perikanan, industri dan pertambangan serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari kedua negara.

"Tujuan keikutsertaan Pemkot Probolinggo dalam Business Forum kali ini adalah untuk meningkatkan nilai ekspor dan membuka potensi investasi di Kota Probolinggo," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kota Probolinggo Setyorini Sayekti di Probolinggo.

Menurutnya, keikutsertaan itu sebagai salah satu media untuk mengenalkan potensi ekspor dari Kota Probolinggo, jadi para pengusaha yang ada di Belarusia akan melihat produk-produk yang nantinya mereka butuhkan dan bisa masuk ke Belarusia, kemudian mengenalkan potensi investasi.

Berdampingan dengan eksportir produk perikanan Kelola Group, industri plastik Moorlife dan Aspindo, Pemkot Probolinggo juga berkesempatan untuk mempromosikan potensi yang dimiliki kota seribu taman itu melalui video, salah satu yang diunggulkan adalah pengembangan potensi Pantai Permata dan pengembangan penyangga pelabuhan.

"Salah satu potensinya adalah pengembangan untuk wisata Kota Probolinggo, terutama pengembangan di Pantai Permata dan juga terkait dengan pelabuhan yang ada di Kota Probolinggo," katanya.

Ia berharap dapat terjalinnya kerjasama "sister city" dengan beberapa kota di Belarusia dan negara lainnya, sehingga bisa membangun sister city sebanyak banyaknya untuk mendatangkan investor ke Kota Probolinggo, agar perekonomian di Kota Probolinggo juga semakin meningkat.

Sementara itu, dalam sambutannya Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia dan Belarusia Jose Antonio Morato Tavares mengatakan neraca perdagangan internasional kedua negara sangat besar yakni mencapai 130 juta dolar Amerika Serikat pada semester pertama tahun 2021.

"Merujuk data dari Kementerian Perdagangan, nilai transaksi antara Indonesia dan Belarusia pada semester pertama yakni Januari sampai Juli 2021 sebesar hampir 130 juta dolar AS dan angka tersebut naik hampir 28 persen," katanya.

Menurutnya, beberapa produk yang diimpor Indonesia dari Belarusia antara lain pupuk, kendaraan berat dan permesinan, sedangkan komoditas yang diekspor ke Belarusia antara lain produk perikanan, karet alam, dan instrumen musik.
 

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021