DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) terus mendorong program vaksinasi bagi pelaut dilakukan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia dengan berkolaborasi bersama pemerintah.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, khususnya para pelaut di atas kapal.

"Karena memang peran pelaut ini sangat besar, maka kami sejak awal menaruh perhatian serius terhadap keselamatan mereka dan berusaha agar pelaut ini bisa mendapatkan vaksin secepatnya di seluruh Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Carmelita mengatakan sejak dimulai vaksinasi, DPP INSA mengusulkan pelaut menjadi kelompok pekerja yang mendapat prioritas penerima vaksin.

Hal ini mengingat, pelaut berada di garda depan dalam kelancaran logistik nasional. Apalagi IMO juga menetapkan pekerja maritim sebagai pekerja kunci (key workers).

Ia mengatakan para pelaut juga berperan dalam menjaga ketersediaan barang, termasuk alat kesehatan dan obat-obatan selama pandemi ini di seluruh Indonesia.

Carmelita berharap Kemenhub dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kantor syahbandar setempat untuk melebarkan program vaksinasi untuk pelaut dan pekerja pelayaran di luar DKI Jakarta.

DPP INSA akan menginstruksikan DPC berkoordinasi dengan syahbandar setempat guna mendata pelaut dan pekerja pelayaran di daerah setempat agar bisa mendapatkan vaksinasi yang sama.

Hal ini diperlukan agar pelaut mendapatkan vaksin di setiap pelabuhan yang disinggahi mengingat sebagai key workers yang selalu melakukan pergerakan.

"DPP INSA juga mengapresiasi percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah saat ini sebagai usaha untuk menekan penyebaran COVID-19 varian Delta yang sedang merebak di tengah masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua SDM Bidang Pelaut DPP INSA Capt  Johan Novitrian mengatakan sejak Maret 2020, DPP INSA selalu mengingatkan mengenai bahaya virus COVID-19 dan perlunya penanganan yang tepat dalam kegiatan kerja di perusahaan pelayaran serta pengoperasian kapal-kapal anggota INSA.

DPP INSA juga mengingatkan pentingnya memastikan apakah asuransi kesehatan terkait dengan industri pelayaran sudah dimiliki oleh perusahaan anggota dan tersedia demi memberi perlindungan terhadap pekerja pelayaran, pelaut dan juga untuk kapal.

Johan mengatakan pada awal 2021, DPP INSA melakukan pendekatan melalui Kadin untuk melaksanakan program vaksinasi mandiri bagi perusahaan pelayaran anggota INSA.

INSA juga terlibat aktif dalam program vaksinasi mitra kerja Kemenhub yang dilaksanakan pada Maret dan April 2021.

"INSA juga kerap mengirimkan surat terkait permintaan vaksinasi bagi pelaut. Hingga Kemenhub bersama DPP INSA menggelar rapat pada Mei 2021," kata Johan.

Ia menyampaikan pihaknya masih terus mengumpulkan data pelaut seluruh Indonesia dengan meminta data pelaut dari seluruh perusahaan anggota INSA.

Sebagian data pelaut yang sudah terkumpul juga sudah diserahkan kepada Kemenhub.

Menurut dia, data para pelaut cukup kompleks bila disatukan dalam waktu yang sama untuk mengikuti program ini.

Namun, dia akan tetap terus berkoordinasi dengan pemerintah agar semua pelaut dapat menerima vaksin dalam segala kesempatan.

"Memang ada tantangan dalam pendataan pelaut penerima vaksin ini dimana domisili pelaut, jenis kapal yang menjadi tempat kerja dan jadwal istirahat pelaut berbeda satu sama lain," ungkap Johan.

Perjuangan INSA pun direspons positif oleh pemerintah dengan dilaksanakannya program vaksinasi untuk 10.000 pelaut dan pekerja pelayaran di Terminal Penumpang Nusantara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pelaksanaan vaksinasi pelaut ini merupakan hasil komunikasi dan sinergi antara DPP INSA dan pemerintah, khususnya Kemenhub.

Vaksinasi ini mendapat respons positif dari para pelaut dan pekerja pelayaran.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, efektif 23 Juni 2021, tercatat sudah 11.042 pelaut yang divaksin di Pelabuhan Tanjung Priok dan Sunda Kelapa.

Sementara itu, Nakhoda Kapal Crewboat Pan Marine 9 Capt Muhammad Syamsudin mengaku bersyukur telah mendapat vaksinasi.

Dengan mendapat vaksin, katanya, setidaknya tubuh bisa mendapatkan tambahan sistem imunisasi sehingga bisa meminimalisir dampak bila terkena virus Covid-19.

"Kami berterima kasih atas kepada pemerintah, terlebih kepada INSA yang telah mengupayakan sejak awal agar pelaut mendapat vaksinasi secepatnya," kata Syamsudin.

Kepala Kamar Mesin Kapal Crewboat Pan Marine 11 Saudi juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada INSA dan pemerintah karena pelaut mendapat prioritas vaksin.

"Dengan vaksin ini membuat kami lebih aman dan nyaman dalam berlayar," kata Saudi. (*)

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021